banner 468x60

“Larangan Nonton Film Hanya Akan Bikin Anak Penasaran”

8 views
iklan

DewiHughesPenakita | CIMAHI – Apa perlunya melihat film jelek? Dewi Hughes ternyata punya pendapat khusus terkait film layar lebar ini. Menurut pemilik nama Desak Made Hugeshia Dewi ini, orangtua justru perlu mengajak anak-anaknya menonton film jelek.

Tak hanya mengajak nonton film. Ditegaskan Hughes, sepulang menonton film orangtua perlu pula mengajak anaknya diskusi tentang film yang baru mereka saksikan. “Orangtua harus terbuka pada anak-anaknya. Jangan hanya melarang anak-anak nonton film di bioskop, karena hanya akan membuat mereka penasaran. Justru mereka harus diajak nonton film jelek, lalu pulang dan berdiskusi. Dikasih tahu kalau film itu abal-abal, kemudian ditunjukkan film yang bagus,” demikian tutur Hughes dalam rangkaian Nonton Bareng Film Inspiratif 2013.

Dalam program Persemaian Nilai Budaya-Nonton Bareng Film Inspiratif yang digelar di Cimahi, Jawa Barat beberapa waktu lalu, di putar tiga film Indonesia dalam tiga kategori. Yang pertama yaitu Tanah Surga, Katanya diputar untuk sesi guru, Brandal-Brandal Ciliwung untuk sesi siswa, dan Surat Kecil untuk Tuhan diputar bagi masyarakat umum.

Dengan sikap terbuka orangtua dan diskusi-diskusi kecil antara orangtua dan anak tentang film tersebut, lanjut Hughes, akan membuat selera generasi muda terhadap film berkualitas semakin membaik. Dan pada gilirannya, mau tidak mau produser pun dituntut mengimbangi membuat film yang lebih baik ketimbang horor yang dikemas dengan bumbu-bumbu sensualitas para artis pendukungnya.

Selain itu, Hughes yakin pola pendidikan yang diterapkan orangtua seperti itu juga bisa menghindarkan anak dari konten pornografi di internet. “Saat anak-anak membuka konten porno, hindari kata larangan. Justru harus diberi pengertian, kalau melihat itu bisa bikin kecanduan, efeknya bisa begini begitu,” begitu saran presenter dan aktivis anak ini.

Wanita kelahiran Tabanan, Bali, 2 Maret 1971 ini mengingatkan orangtua agar tidak mudah marah saat menghadapi anak-anaknya. “Nanti anak jadi bingung kenapa sih orangtua marah-marah? Karena penasaran mereka malah buka (situs-situs porno di internet),” pungkasnya. dde

author