• Home »
  • Headline »
  • ‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’, Inilah Cara Anak-Anak Indonesia Menjaga Kekayaan Laut Negeri Ini

‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’, Inilah Cara Anak-Anak Indonesia Menjaga Kekayaan Laut Negeri Ini

Anak-anak tampil dalam cerita ludruk ‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’ di Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda Surabaya..

Penakita | SURABAYA – Indonesia adalah negeri bahari. Kekayaan hasil lautnya sangat menjanjikan untuk kehidupan penduduk negeri ini.

Tetapi, ketika sekelompok anak-anak hanya mendapatkan sampah serta barang-barang tidak berharga ketika memancing di laut, anak-anak ini mencurigai ada sesuatu yang tidak beres. Penelusuran mereka pun membuahkan hasil, dan terbukti ada yang menjarah kekayaan laut Tanah Air.

Anak-anak ini pun tidak rela sumber kehidupan bagi penduduk Indonesia dicuri oleh bangsa lain. Mereka pun bertekad melakukan perlawanan terhadap penjarah laut Indonesia.

Namun, kemudian mereka menyadari ternyata tak mudah menjadi pelindung dan penjaga Samudera Indonesia. Mereka merasa perlu ilmu dan teknologi untuk mengimbangi kekuatan lawan.

Berhasilkah keinginan mulia anak-anak ini dalam upaya menjaga laut Indonesia? Lalu apa yang mereka lakukan agar keinginan tersebut terpenuhi?

Jawabannya ada di pentas ludruk berjudul ‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’ yang bakal disajikan di Gedung Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (3/11/2018). Dalam aksinya malam ini, seniman ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara akan melakukan kolaborasi dengan seniman–seniman cilik yang tergabung di Sanggar Medang Taruno Budoyo, dan Pusat Olahseni Budaya Mulyorejo Enterprise.

Pementasan yang berlangsung selama 90 menit itu para pemain ludruk didominasi anak-anak usia tahun hingga mereka yang berstatus pelajar SMP. “Selama ini cerita ludruk hanya bertutur soal daratan. Padahal negeri ini dikelilingi oleh laut,” tegas Meimura, sang penulis cerita ‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’.

Fakta itu pula yang membuat Meimura untuk menyiapkan cerita seputar kekayaan yang dimiliki Tanah Air ini. “Saya ingin memapar bahwa Indonesia bukan hanya daratan. Cerita ini juga untuk menunjukkan kecintaan kita pada laut dan segala isinya,” tegas Meimura yang juga bertindak langsung sebagai sutradara untuk kisah ‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’. dit