banner 468x60

Lembaga Kursus Wajib Daftar di Badan Akreditasi Nasional

594 views
iklan

lembaga kursusPenakita | JAKARTA – Pemerintah dalam waktu dekat bakal menata lembaga kursus yang menyelenggarakan program secara terstruktur dan berjenjang. Penataan sesuai standar nasional itu diharap menghasilkan lembaga kursus yang terjamin kualitasnya sehingga penyetaraannya mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

”Bila mengacu KKNI, hasil kursus level tiga diakui setara diploma satu, dan begitu seterusnya,” ujar Wartanto, Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut Wartanto, saat ini lembaga kursus yang terdaftar dan memiliki nomor induk online 17.800 lembaga. Diperkirakan masih ada 3.000 lembaga kursus yang belum mendaftar secara online. Dari total lembaga kursus yang terdata online, sekitar 12.000 di antaranya sudah diverifikasi.

Ditekankan pula, dari 12.000 lembaga yang sudah diverifikasi itu baru baru sekitar 10 persen yang terakreditasi. ”Yang terakreditasi baru sekitar 1.200 lembaga kurus, serta yang berkinerja A dan B baru 700-an lembaga,” beber Wartanto seraya menambahkan, “Sesuai ketentuan, lembaga kursus juga diharuskan diakreditasi dengan mendaftar di Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal.”

Berdasarkan data Kemendikbud, ada 71 jenis kursus. Adapun 10 besar yang diminati masyarakat adalah kursus komputer, bahasa Inggris, menjahit, tata kecantikan rambut, bimbingan belajar, tata rias pengantin, otomotif, dan kursus mengemudi.

Sementara Lydia Freyani Hawadi, Direktur Jenderal PAUDNI Kemendikbud menyatakan, untuk meningkatkan profesionalisme lembaga kursus, Ditjen PAUDNI gencar membangun Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). Lembaga ini dididirikan oleh asosiasi/organisasi profesi yang selama ini menjadi mitra dan keberadaannya diakui Ditjen PAUDNI.
LSK yang hingga tahun lalu ada sebanyak 26 buah ini merupakan lembaga independen yang berhak melakukan uji kompetensi. ”Lembaga kursus harus diperkuat sebab berperan untuk mencetak tenaga terampil,” ucap Lydia. dde

author