banner 468x60

Lihat Pengumuman Kelulusan Pakai Baju Batik dan Dilarang Konvoi

192 views
iklan

coret-baju-sekolahPenakita | SURABAYA – Kebiasaan corat-coret seragam dan konvoi yang dilakukan siswa usai pengumuman kelulusan mendapat perhatian serius aparat keamanan. Dalam kaitan itu, Polrestabes Surabaya dan Pemkot Surabaya sepakat mewajibkan seluruh siswa mengenakan baju batik saat melihat pengumuman kelulusan pada tanggal 15 Mei 2013.

“Saat kelulusan nanti, semua siswa wajib mengenakan batik, bukan seragam sekolah,” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Sabilul Alif.

Ditambahkan, kebijakan ini telah disetujui Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto, dan telah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya, khususnya Dinas Pendidikan Surabaya. Kebijakan mengenakan batik saat kelulusan, menurut Alif, untuk menghindari siswa melakukan corat-coret seragam. Dengan mengenakan batik, tentu siswa akan kesulitan melakukan corat-coret.

“Seragamnya lebih baik diserahkan pada yang membutuhkan saja, itu lebih mulia daripada dicoret-coret,” ujarnya.

Selain itu, untuk menghindari tindakan negatif lainnya, saat kelulusan, sekolah-sekolah diwajibkan menggelar pentas seni di sekolah, agar seluruh siswa terserap di sekolah. “Pentas seni itu, nantinya dilombakan antarsekolah. Sekolah yang menggelar pentas seni terbaik, mereka yang akan jadi pemenangnya,” tutur mantan Kasatlantas Polresta Medan ini.
Saat kelulusan, polisi melarang siswa untuk melakukan konvoi. Mantan Kepala SPKT Polda Jatim tersebut menandaskan, pihaknya akan menindak tegas jika terdapat siswa yang melakukan konvoi di jalanan.

“Jika terdapat siswa yang melakukan konvoi, motornya akan kami sita. Dilarang melakukan konvoi di jalanan,” tambah Alif.

Alif menegaskan, saat malam tahun baru 2013 saja, pihaknya bisa menyita ribuan motor dengan knalpot brong dan yang tidak sesuai standart. “Kita buktikan saja nanti, jika masih ada siswa yang konvoi di jalanan,” tambah alumni Akpol 1996 itu. ari

author