Lomba Mendongeng untuk Peringati Hari Pahlawan

ilustrasi mendongeng

ilustrasi mendongeng

Penakita | SURABAYA – Selain Lomba Foto Anak, PENAKITA juga menggelar Lomba Mendongeng (Story Telling). Kedua lomba ini digelar untuk memeringati Hari Anak Nasional sekaligus Hari Pahlawan 2014.

“Perkembangan teknologi belakangan justru membuat aktivitas mendongeng yang dulu sering dilakukan ibu-ibu jelang anaknya tidur tidak lagi dilakukan. Padahal mendongeng punya dampak positif luar biasa, khususnya untuk ikatan psikologis antara ibu dan anak,” cetus Masich Prasetyo, Ketua Panitia Lomba Foto Anak dan Story Telling 2014.

Aktivitas mendongeng ini, lanjut Prasetyo, juga bisa membentuk karakter anak di usia dini. “Interaksi ini akan mewarnai kehidupan anak saat dewasa nanti,” ungkapnya.

Karena diselenggarakan dalam rangka Hari Pahlawan, maka tema cerita yang harus dibawakan peserta Lomba Story Telling nanti adalah mengenai sosok pahlawan di mata anak-anak. “Tantangannya adalah memberi pemahaman pada anak-anak tentang sosok pahlawan di era modern ini yang tentu beda dengan pahlawan di era perjuangan,” tandas  pria yang akrab disapa Pras ini.

Menurut Pras, pahlawan di benak anak-anak saat ini masih pada sosok pejuang dengan atribut khas dan membawa senjata. Gambaran seperti ini tentu perlu diubah, karena pengertian ‘Pahlawan’ di era sekarang cakupannya bias lebih luas. “Di saat Indonesia sudah merdeka, tentu pahlawan tak harus memanggul senjata,” ucapnya.

Ditegaskan Pras, bagi yang minat ikutan Lomba Story Telling diharap segera mendaftar dengan upload formulirnya di website penakita.com. “Lomba ini terbuka bagi siapa saja, bisa Bunda PAUD, ibu-ibu rumah tangga, atau mahasiswa yang minat di bidang dongeng,” cetus Pras.

Beda dengan Lomba Foto Anak yang tanpa batas maksimal jumlah peserta, untuk Lomba Story Telling dibatasi hanya untuk 50 orang. “Tiap peserta kami beri waktu hanya lima menit untuk menyampaikan dongengannya. Peserta bisa memakai alat bantu saat mendongeng. Tapi alat bantu ini tidak memengaruhi nilai. Yang penting adalah kemampuannya menggugah imajinasi anak,” kata Pras. ari