banner 468x60

Lulusan SMK Justru Jadi Pengangguran Tertinggi, Gubernur Khofifah Harapkan Ada Sinergi dengan Lembaga Pendidikan Ini

iklan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tengah) hadir di acara peresmian Amithya Institute.

penakita.com | SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa prihatinnya lantaran angkat pengangguan tertinggi di Jatim yang lulusan SMK menempati posisi teratas, disusul lulusan SMA.

Menurut Khofifah, ada yang perlu dibenahi dalam kurikulum pendidikan nasional. “Banyak yang minta peraturan dunia pendidikan kita direvisi. Artinya 70 persen SMK dan 30 persen SMA. Meski sekarang SMK-nya belum 70 persen, ternyata kita sudah melihat bahwa pengangguran di Jatim tertinggi justru lulusan SMK,” tegasnya.

Pernyataan itu dilontarkan Khofifah ketika hadir dalam acara peresmian Amithya Institute Surabaya, Senin (9/3/2020). Fenomena itu pula yang membuat Khofifah berharap Institut Amithya bisa sinergi dengan SMK Kepariwisataan sehingga nantinya SMK bisa berjenjang 4 tahun dan langsung memperoleh sertifikat D1.

“Kami sedang mengomunikasikan dengan banyak lembaga sehingga nantinya SMK lulus 4 tahun, tetapi punya pengalaman lebih banyak. Dan mereka nantinya ada bekal sertifikat setara D1,” tegas gubernur wanita pertama di Jatim ini saat ditemui usai launching Amithya Institute.

Khofifah mengungkapkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Jatim melihat kemungkinan SMK bisa empat tahun sehingga mereka lulus dengan sertifikat D1.

“Tetapi kan harus dibenahi kurikulumnya untuk mengetahui kebutuhan expertnya sehingga bisa menyelesaikan proses improvement dari pendidikan SMK jadi D1,” imbuhnya.

Khofifah juga berharap adanya sinergi SMK Pariwisata atau SMK Double Track Kepariwisataan. “Contohnya SMK Hang Tuah Perhotelan,” ujarnya.

Ditekankan Khofifah, saat ini lembaga pendidikan yang memberikan skill atau vokasi jadi bagian penting karena mereka akan memberikan layanan jasa.

Karena itu pula Khofifah mengapresiasi hadirnya Amithya Institute yang akan siapkan ‘world class hospitality to create the best’. “Kita sekarang tak bisa berpikir secara regional, apalagi lokal. Tetapi sudah harus berpikir world class institute, world class university. Apa saja harus sudah terstandarisasi,” cetusnya.

Kehadiran Amithya institute, lanjut Khofifah, sangat strategis dan menjawab topik yang sering didiskusikan, direncanakan dan diprogramkan, baik oleh pemerintah pusat dan Provinsi Jatim.

“Mudah-mudahan inisiasi ini bisa memberi manfaat besar bagi seluruh ikhtiar kita untuk menciptakan lapangan kerja, membuka lapangan kerja dan memberikan harapan baru bagi anak-anak negeri ini,” harapnya. dit

author