banner 468x60

Mahasiswa Bidikmisi Diberi Peluang Pinjam ke Bank

348 views
iklan

bidik misiPenakita | MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengaku sulit mengikuti usulan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Pendis Kemenag) agar ‘nomboki’ dulu beasiswa mahasiswa bidikmisi. Perguruan tinggi tersebut tidak punya alokasi dana talangan, sehingga bila himbauan Dirjen Pendis Kemenag dijalankan, dikhawatirkan akan menyeret ke ranah hukum.

“Kalau kami mengalokasikan dana talangan, malah kami yang akan berurusan dengan hukum,” tegas Drs Yahya, Kepala Humas UIN Maliki.

Namun, pihaknya memberi peluang bagi mahasiswa untuk melakukan pinjaman ke Band Mandiri, selaku bank rekanan bidikmisi. “Konsep itu memang belum tentu berhasil, karena harus ada pertemuan dengan bank. Tapi cara inilah yang memungkinkan bagi mahasiswa bisa mendapatkan beasiswanya sementara dana dari pemerintah belum cair,” paparnya.

Menurut Yahya, mahasiswa sendiri yang meminjam ke Bank Mandiri atas rekomendasi kampus. Namun untuk biaya administrasi maupun bunga bank, ditanggung sendiri oleh mahasiswa.

Sebagaimana diberitakan, Dirjen Pendis Kemenag, Nur Syam, meminta seluruh PTAIN melakukan usaha kreatif untuk menalangi sekitar 2.100 mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi yang belum dibayar empat bulan lebih. Tertundanya pencairan dana ini, karena anggaran Kemenag untuk PTAIN masih diberi tanda bintang oleh DPR RI.

Belum dicabutnya tanda bintang itu karena adanya perpindahan sistem bidikmisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke Kemenag pada tahun 2012 untuk kampus-kampus PTAIN. “Sebenarnya hanya masalah administratif. Kami upayakan akhir bulan ini selesai dan bulan depan bisa cair,” ujar Nur bebebrapa waktu lalu. sum

author