• Home »
  • Aktualita »
  • Mahasiswa Jepang Ini Antusias Ikut Program Nihongo Partners, Ternyata Ini Alasannya

Mahasiswa Jepang Ini Antusias Ikut Program Nihongo Partners, Ternyata Ini Alasannya

Masaki Tani (tengah) bersama para relawan Nihongo Partners (berjajar di belakang) saat penerimaan peserta Nihongo Partnert di Hotel Majapahit Surabaya.

Penakita | SURABAYA – “Saya punya teman dari Indonesia. Kami kenal waktu dia ke Jepang. Jadi saya tahu mengenai Indonesia dari teman itu.”

Komentar lugas itu disampaikan Mizuki Saito usai prosesi penerimaan Nihongo Partners di Balai Adhika Hotel Majapahit Surabaya, Senin (6/8/2018). Mizuki yang asal Chiba Perfecture, Jepang ini merupakan satu diantara 23 orang relawan yang akan membantu para guru Bahasa Jepang di Jawa Timur.

“Saya sangat antusias ketika mendengar ada program (Nihongo Partners) ini. Saya ingin bisa menyebarkan kebudayaan Jepang. Saya ingin memberi tahu teman-teman di Indonesia bagaimana menariknya budaya Jepang,” ungkap Mizuki yang masih tercatat sebagai mahasiswa Kanda University of International Studies.

Sebelum berangkat ke Indonesia, Mizuki terlebih dahulu menjalani pelatihan mengenai pengajaran bahasa Jepang untuk kemudian diterapkan saat mengajar di Indonesia. “Waktu itu pula saya memperdalam pengetahuan mengenai Indonesia,” tuturnya.

Selama di Indonesia, Mizuki akan menjalani tugas mengajar bahasa Jepang di SMA Negeri 10 Surabaya dan SMA Kemala Bhayangkari Surabaya. “Saya suka nasi goreng,” cetusnya sambil tertawa ketika ditanya mengenai masakan Indonesia yang pernah dia nikmati.

Nihongo Partners merupakan program rutin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama The Japan Foundation yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2014. “Latar belakang mereka beragam, tapi sebagian besar memang bukan guru. Ada yang masih mahasiswa, ada pula para pekerja,” tegas Masaki Tani, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya saat ditemui terpisah.

Menurut Masaki Tani, para relawan ini ikut program Nihongo Partners karena punya motivasi besar untuk mengajarkan bahasa Jepang di luar negeri. “Selama di Indonesia mereka akan menjadi native speaker,” ujarnya.

Secara keseluruhan program Nihongo Partners ini diikuti oleh sekitar 150 relawan yang ditempatkan di seluruh Indonesia. Khusus untuk Jawa Timur kebagian 23 relawan yang bakal mengajar di 40 sekolah.

“Mereka akan mengajar di Indonesia selama enam bulan atau sampai bulan Maret 2019,” paparnya.

Program Nihongo Partners ini disambut baik para kepala sekolah di Jawa Timur. “Kami sudah mengajukan untuk mendapat native speaker sejak tahun lalu. Alhamdulillah tahun ini terwujud,” kata Erien Ismurdyahwita, Kepala SMA Intensif Taruna Pembangunan.

Di sekolah itu bahasa Jepang diajarkan sejak kelas X. Selain Erien, pengajar bahasa Jepang di SMA Intensif Taruna Pembangunan adalah Nurita Dwi Anggraini.

“Kami harap kemampuan bahasa Jepang murid-murid nanti makin meningkat,” tandas Erien. dit