banner 468x60

Mahasiswa UB Ciptakan Alat Penyerap Bau Kotoran Ayam

484 views
iklan

kandang ayamPenakita | MALANG – Bau kotoran ayam yang menyengat rupanya mengusik tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, untuk berkreasi. Maka, Ani Atul Alif dari Fakultas Peternakan, Ferrianto Dyan Kwy (Pendidikan Kedokteran Hewan), dan M Rizatul Yunus (Fakultas Teknik) pun menciptakan sistem penyerap amonia dan hidrogen sulfida yang kemudian mereka beri nama Nanotech Freshap.

Berkat alat itulah, ketiganya berhasil meraih hadiah pertama dalam kompetisi gagasan tertulis (Green Ilmy Competition) di Universitas Negeri Semarang, 17-19 Mei 2013.

Ide menciptakan alat itu, diakui, terinspirasi peternakan-peternakan ayam milik warga yang menimbulkan bau tidak sedap. Tak hanya mengganggu sang pemilik ayam, aroma tak sedap itu ternyata juga membuat ayam sendiri tak nyaman.

Bau tak sedap yang menyiksa itu membuat ayam-ayam ini tidak bisa makan enak sehingga menghambat pertumbuhan bobot tubuhnya. Apalagi di peternakan rakyat, kadang-kadang pembersihan kadang tidak dilakukan setiap harinya.

“Jika bau kotoran hilang, ayam bisa fokus makan. Ini baik untuk peningkatan berat badan dan telur,” beber Ani Atul Alif.

Menurut Ferrianto, Amonia dan Hidrogen Sulfida merupakan gas yang membuat kandang ayam menjadi bau dan menimbulkan polusi udara, bahkan gas itu juga dapat menurunkan bobot ayam serta bisa menimbulkan dampak penyakit zoonosis.

Sedang Nanotech Freshap adalah alat yang terbuat dari serbuk zeolit dan Calcium Chloride (garam) yang dikombinasikan dengan kertas filter ukuran 2.4 nano meter. Dalam praktiknya alat tersebut diletakkan di samping atau di pojok dinding kandang ayam.

“Semakin banyak kandungan Amonia dan Hidrogen Sulfida yang terserap, semakin hilang baunya, bahkan baunya bisa hilang hingga 80 persen,” tuturnya. sum

author