banner 468x60

Mahasiswa Unair Bikin Alat Peraga untuk Penyandang Afasia, Ini Hasil Kreasi Mereka

iklan
Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia gelar karya di kampus FIB Universitas Airlangga. Pameran karya itu jadi bagian tugas akhir ujian dalam mata kuliah Psikolinguistik. (foto-foto: Virgita Kasih Arwinda)

Penakita.com | SURABAYA – Dua belas karya mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitar Airlangga (FIB Unair) dipajang di area kampus FIB Unair.

Gelar karya yang diadakan untuk kedua kalinya ini sebagai bagian tugas akhir ujian dalam mata kuliah Psikolinguistik.

Materi yang dipamerkan di antaranya mulai dari magic book, puzzle, permainan balok, rolet, hingga media kreatif lainnya. Karya yang dipamerkan kali ini merupakan alat peraga yang dapat membantu anak untuk memperoleh dan mempelajari bahasa serta alat peraga untuk penyandang afasia, yaitu gangguan fungsi bicara pada seseorang akibat kelainan otak.

Dalam pembuatan karya ini, mahasiswa yang mengambil mata kuliah Psikolinguistik dibagi 5 anak per-kelompok, dan setiap kelompok membuat karya berbeda.

Dr Luita Aribowo SS MA, dosen pengampu mata kuliah Psikolinguistik berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat menerapkan teori dan konsep linguistik untuk kehidupan mereka pribadi maupun saat terjun ke masyarakat.

“Semoga kreasi para mahasiswa ini bisa membantu orang tua dalam mengajarkan anak dalam memperoleh bahasa dan juga bermanfaat untuk penyandang afasia,” lanjutnya.

Karya-karya yang dikerjakan para mahasiswa ini tidak sama meskipun mereka mengadaptasi dari berbagai permainan seperti kartu, monopoli, puzzle, maupun ragam permainan lainnya.

“Para mahasiswa ini mampu merekayasa karya mereka sehingga produk yang dihasilkan berbeda satu sama lain. Dalam hal ini, kreativitas menjadi poin penting dalam penilaian tugas ujian akhir semester ini,” ungkapnya.

Salah satu karya yang dipamerkan ialah milik Fahmi Imelda dan rekan satu timnya yang diberi nama ‘Kolom Pengingat’ yang diperuntukkan bagi penderita afasia anomis.

“Kami namakan ‘Kolom Pengingat’ karena penderita afasia anomis kesulitan dalam mengingat kata,” ujar Fahmi.

Fahmi berharap karya yang mereka buat dapat bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain. “Dengan adanya ini, saya berharap bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bisa menjadi bekal jika bertemu penyandang afasia,” katanya. ita

author