banner 468x60

Mahasiswi Untag Digoyang Tari India

34 views
iklan

tari indiaPenakita | SURABAYA – Pemandangan berbeda tampak di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Kamis (14/3) sore. Kampus yang berlokasi di Jalan Semolowaru 45 Surabaya ini dipenuhi hiasan dan pernak-pernik berbau India.

Bahkan, sejumlah mahasiswa mengenakan sari, pakaian tradisional khas India. Rupanya mereka hendak belajar tari India bersama dua penari tradisional India, Aparajita Sarma, dan Pratishtha Sharma, di Gedung Serbaguna Graha Wiyata Untag.

Dalam acara yang bertajuk A Slice of India ini para mahasiswa Untag dan peserta lainnya diajari menari tarian Bharatanatyam dan Kathak Dance. Bharatanatyam biasanya ditampilkan dalam acara suci di kuil-kuil, sedangkan Kathak Dance merupakan tarian yang sifatnya seperti seni bercerita dan dimainkan di pasar.

“Untuk gerakan tangan, di Bharatanatyam lebih atraktif dengan tangan ke atas dan ke bawah. Sementara untuk Kathak Dance, gerakan tangan lebih sejajar. Ekspresi wajah pun ada perbedaan mencolok. Ekspresi wajah marah pada Bharatanatyam, terlihat cenderung cemberut dengan geram. Sedangkan untuk Khatak Dance sifatnya marah lebih ekspresif,” tutur Aparijita Sarma kepada PENAKITA.com, Kamis (14/3/2013).

Sementara itu, Consellor and Director Jawaharlal Nehru India Culture Centre Embassy of India Zahur H Zaidi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu pengenalan budaya India kepada masyarakat Indonesia. Dia juga menjelaskan, bahwa India tidak hanya tentang bintang film Shahrukh Khan.

Ada banyak hal menarik lain terkait India, mulai pendidikannya yang sangat maju, terutama di bidang IT, dan lain-lain. “Kami juga siapkan beasiswa untuk 200 orang dari Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Rektor Untag Surabaya Prof Dr drg Hj Ida Aju Brahmasari Dipl DHE MPA menyatakan, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-55 Untag. Untag, diakui Ida Aju Brahmasari, memang ingin mengenalkan berbagai budaya negara lain ke mahasiswa.

“Kami juga ingin nantinya mahasiswa makin cinta tanah air. Sebab, warga negara lain saja bangga pada budayanya. Kita pun harus begitu,” tutur Sari –panggilan karib Ida Aju Brahmasari.

Sebelumnya, kata Sari, pihaknya juga mengenalkan budaya negara lain ke mahasiswa. Seperti budaya Jepang, Korea Selatan, dan lain-lain. Diharapkan, wawasan mahasiswa juga makin luas tentang budaya bangsa lain. “Kami ingin mahasiswa berpikiran global, tapi jiwa nasionalismenya tetap tinggi,” ujarnya. ika

author