banner 468x60

Makanan Pun Bisa Dibuat Pakai Printer

139 views
iklan

makerbot-replicator2Penakita | SURABAYA – Printer 3D yang baru saja diperkenalkan dan dapat membawa wujud nyata grafis dari komputer kian memiliki banyak manfaat. Karena beberapa saat yang lalu, NASA menggunakan perangkat ini untuk memproduksi makanan yang dapat digunakan untuk mengirim makanan dari bumi ke luar angkasa secara instan.

Seperti dikutip dari BBC, dalam proyek ini NASA menunjuk Systems and Materials Research Corp, dari Texas untuk mewujudkan proyek futuristik ini. Dalam rancangannya, cara kerja alat ini sangat sederhana, yakni membuat makanan seperti halnya di bumi tanpa proses memasak, melainkan dengan bantuan printer 3D.

Jika pada umumnya printer 3D memiliki bahan dasar dari plastik, alat buatan NASA ini dikostum sedemikian rupa sehingga bisa diisi beberapa bahan dengan kandungan gizi dan nutrisi yang biasa ada di bahan makanan. Uniknya, semua bahan ini disederhanakan dalam bentuk serbuk yang kemudian dapat dirangkai dalam sebuah proses penyusunan yang dilakukan seperti printer 3D.

Salah satu keunggulan dari proses ini adalah daya tahan yang cukup lama. Sehingga untuk kebutuhan tugas luar angkasa, alat ini sangat cocok. Proyek ambisius ini masih dalam pengembangan, dan jika sukses, tak hanya di luar angkasa, teknologi ini sepertinya akan diperkenalkan dan dapat digunakan secara umum.

Selain metode yang sederhana dan instan, cara ini juga disarankan karena minim limbah. Menurut salah seorang juru bicara NASA, sistem printer 3D dapat memproduksi makanan panas dan cepat dengan nutrisi dan rasa yang dapat dilengkapi sendiri tanpa sampah.

“Sistem pangan dengan printer 3D ini juga dapat membantu mengurangi logistik militer, limbah dan meningkatkan efisiensi khususnya dalam perang. Keuntungan terbesar teknologi makanan dengan printer 3D ini adalah tanpa limbah dan karena itu sangat cocok dalam misi jarak jauh ruang angkasa,” tulis Systems and Materials Research Corp.

Direktur penelitian perusahaan itu, David Irvin, mengatakan pada tahap awal ini pihaknya akan bekerja sama dengan NASA dan para astronot. “Proyek ini menunjukkan kita dapat menciptakan dan mengubah nutrisi pangan dan dapat mencetaknya dalam lingkungan rendah grativitasi,” kata Irvin. adi

author