banner 468x60

Mandiri Atau Kemitraan Sama Saja!

375 views
iklan

mahasiswa baru unesaPenakita | SURABAYA – Protes para orangtua saat mendampingi anaknya dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Negeri Surabaya (SPMB Unesa), Rabu (31/7/2013) spontan direspons sivitas akademika tersebut. Menurut Suyatno, Humas Unesa, beaya Uang Kuliah Awal (UKA) sebetulnya tidak memberatkan lantaran bisa dibayar dengan cara mengangsur.

“Jadi meski kelihatannya besar, tapi sistem pembayaran bisa dilakukan selama siswa itu kuliah. UKA ini sifatnya sangat fleksibel. Jadi orangtua tidak perlu resah dan khawatir,” ujar Suyatno.

Pembayaran UKA tersebut, lanjut Suyatno, berbeda dengan UKT yang memang harus dibayar setiap semester dan nilainya ditentukan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Beaya kuliah jalur kemitraan dan mandiri memang lebih tinggi dibandingkan SNMPTN maupun SBMPTN. Sebab, jalur ini membutuhkan kemandirian peserta, bukan lagi menggantungkan subsidi pemerintah,” tutur penyandang gelar doktor bidang Sastra Anak ini.

Disinggung soal pernyataan petugas bahwa kuota di jalur kemitraan lebih besar dibandingkan mandiri dibantah Suyatno. Ditegaskan Suyatno, tidak ada kuota khusus di kemitraan maupun mandiri.

Kuota hanya berlaku di SPMB (kemitraan dan mandiri, dan bidik misi) yakni 20 persen dari total calon mahasiswa baru yang diterima Unesa. Kuota 20 persen ini sisa dari jalur SNMPTN dan SBMPTN yang sudah digelar sebelumnya.

”Mandiri itu ya kemitraan. Sama saja, gak ada kuota sendiri-sendiri,” tandasnya.

Lebih lanjut Suyatno menyatakan, besaran UKA memang tidak dipapar di website SPMB Unesa. Pasalnya, nilainya ditentukan berdasar kemampuan orangtua calon mahasiswa.

Karena itu pula, saat proses wawancara pihak orangtua diminta turut hadir untuk mengetahui langsung besaran beaya yang nantinya harus dibayar selama anaknya menempuh pendidikan di Unesa. Wawancara dengan orangtua ini, diakui Suyatno, juga untuk meminta kepastian besaran bea kuliah itu bisa dipenuhi hingga akhir masa perkuliahan.

”Jangan sampai karena ketidakmampuan ini baru dua tahun kuliah sudah drop out (DO),” paparnya. adi

author