banner 468x60

Mendikbud Harus Segera Evaluasi Pelaksanaan UN

415 views
iklan

ujian-nasional- smaPenakita | SURABAYA – Dugaan adanya kebocoran jawaban ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK di Kota Pahlawan mendapat perhatian serius dari Dewan Pendidikan Surabaya. Bahkan, bila kejadian itu terbukti dilakukan secara sistematis dan terencana, maka pelaksanaan UN pada tahun ini bisa dikatakan gagal.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Isa Anshori mengatakan, kegagalan penyelenggaraan UN tidak hanya diukur dari adanya dugaan kebocoran soal jawaban. Di sisi lain, pelaksanaannya yang tidak dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia juga bisa dijadikan tolok ukur karena baru pertama kalinya terjadi dalam sejarah.

“Bagaimana tidak gagal, UN saja tidak dilakukan serentak di seluruh Indonesia karena terhambat masalah distribusi soal. Sekarang, malah ada dugaan kunci jawaban yang beredar di tangan para siswa. Jika kejadian yang terakhir ini benar, Dinas Pendidikan (Dindik) setempat harus memberi sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar,” kata Isa kepada PENAKITA.com, Minggu (21/4/2013).

Bahkan, Isa meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan evaluasi menyeluruh pada pelaksanaan UN tahun ini. “Evaluasi menyeluruh bisa dijadikan pembelajaran, apakah pelaksanaan UN patut untuk tetap diteruskan atau tidak pada tahun-tahun selanjutnya,” ungkap Isa.

Sementara itu, ia juga menyangsikan UN SMP yang besok (Senin, 22/4/2013) digelar, bisa dilaksanakan serentak. Pasalnya, kabar terakhir yang didengarnya, distribusi soal belum merata. Meskipun percetakannya sudah dibagi-bagi oleh pusat.

“Bila persiapan yang dilakukan Kemendikbud untuk UN SMP masih sama dengan saat pelaksanaan UN SMA beberapa waktu lalu, saya pastikan akan sama hasilnya, yakni UN SMP tidak serentak di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Ia pun berharap agar Kemendikbud bisa segera mengubah paradigma dan mencurahkan seluruh energinya agar pelaksanaan UN SMP bisa serentak. “Kasihan siswanya dan pemerintah daerah setempat. Mereka yang pasti merugi akibat kejadian ini,” tandasnya.ika 

author