banner 468x60

Mendikbud : Jumlah Sekolah Penerapan Kurikulum 2013 Dipangkas 80 Persen

446 views
iklan

mendikbudPenakita | JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memprediksi anggaran untuk kurikulum 2013 tidak akan lebih dari Rp 800 miliar. Pasalnya jumlah sekolah penerapan kurikulum baru yang bakal jadi sasaran kegiatan dipangkas habis hingga 80 persen.

Artinya, anggaran Kurikulum 2013 yang semula disiapkan sebesar Rp 2,49 triliun pun batal digunakan. “Jumlah siswa jelas berkurang, jumlah guru juga berkurang dan yang pasti eksemplar buku yang akan disediakan juga berkurang,” demikian kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh.

Nuh meyakini, kebijakan yang diambilnya ini pasti akan menuai berbagai kritikan dari pihak yang selama ini menentangnya. Untuk itu, ia telah mempersiapkan diri dan tidak mau mempermasalahkan hal semacam itu karena pada kenyataannya anggaran kurikulum memang harus berubah.

“Saya tahu nanti pasti banyak yang protes. Lho kok berubah lagi anggarannya. Tapi ya sudah nggak apa,” tutur mantan Rektor ITS ini.

Meski begitu, Mendikbud menjelaskan bahwa pengurangan anggaran ini tak berkaitan dengan anggaran yang telah disetujui DPR-RI pada Desember lalu yang hanya sebesar Rp 684,4 miliar. Ia hanya mengatakan bahwa pengurangan jumlah sekolah ini merupakan sesuatu yang realistis melihat kesiapan di lapangan.

Sebelumnya, pihak kementerian telah mempersiapkan kuota 30 persen SD yang akan menjadi sasaran penerapan kurikulum baru ini dengan kriteria mencakup semua akreditasi dan wilayah. Sementara untuk SMP dan SMA, ditargetkan 100 persen sekolah. Kemudian jumlah tersebut merosot menjadi lima persen SD, tujuh persen SMP dan 100 persen SMA/SMK.

Namun karena alasan kesiapan, kuota tersebut disusutkan kembali oleh pemerintah. Melihat kondisi seperti ini, gagasan penundaan kurikulum baru muncul kembali. “Tidak akan ditunda. Prinsipnya kan memang bertahap dan terbatas. Seperti ini juga bertahap dan terbatas,” pungkasnya. dde

author