banner 468x60

Mendikbud Tegaskan Program Sertifikasi Berhasil. Ini Buktinya!

371 views
iklan

muhammad nuhPenakita | SURABAYA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Mohammad Nuh memastikan program sertifikasi guru tetap berjalan meski banyak ditemukan kasus pemalsuan ijazah guna mengikuti pendidikan latihan profesi guru (PLPG). Mantan Rektor ITS ini bahkan mengklaim program yang baru dimunculkan di era kepemimpinannya sudah berhasil.

”Munculnya kasus (pemalsuan ijazah) ini jangan diartikan sertifikasi gagal. Sertifikasi berhasil karena itu banyak orang berlomba-lomba mengikuinya agar mendapatkan kompetensi yang mumpuni, meski akhirnya terjebak pada kepalsuan ini,” demikian tegas M NUh.

Mantan Rektor ITS ini juga menjamin tidak akan mengubah kebijakan pemberian tunjangan profesi pendidik (TPP) bagi guru yang lulus sertifikasi karena TPP ini kebijakan yang mengikuti sertifikasi, jadi akan tetap diberikan.
”Sama seperti bidang lain, kedokteran misalnya. Program dokternya bagus, tapi ada saja yang melanggar,” cetusnya.

Agar proses sertifikasi guru ini berjalan sesuai alur yang benar, lanjut M Nuh, pihak terkait harus memfilter benar-benar persyaratan sertifikasi, jangan sampai membuat banyak peserta melanggar aturan untuk bisa mendapatkan sertifikasi ini.

Terkait lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang terbukti melancarkan jalan bagi guru untuk mendapat ijazah palsu guna mengikuti pendidikan latihan profesi guru (PLPG), Mendikbud meminta agar diberi sanksi berat. Sanksi bagi LPTK liar ini bisa dalam bentuk pidana hingga denda yang nominalnya bisa mencapai miliaran rupiah.

Untuk itu, menurut M Nuh, perguruan tinggi yang namanya dicatut di ijazah palsu tersebut terlebih dulu harus melapor ke polisi. ”Kalau perguruan tinggi sampai tidak melapor tentu aneh. Ada apa ini? Karena itu, perguruan tinggi harus bekerjasama dengan polisi mengusut masalah ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemalsuan ijazah marak dilakukan guru untuk bisa mengikuti sertifikasi (PLPG). Pemalsuan diungkap Universitas PGRI Adi Buana sebagai panitia PLPG Rayon 142 Surabaya. Pemalsuan ijazah di Unipa diduga dilakukan oleh sindikat atau jaringan terorganisir.

Dugaan itu mencuat karena modus pemalsuan yang sama pada beberapa ijazah. Seperti ijazah palsu milik MM yang tercatat sebagai PNS asal Bangkalan, dan JF, oknum guru PNS golongan IV A asal Sumenep. Ijazah JF dikeluarkan Jurusan Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga, FKIP Unipa di hari yang sama dengan ijazah milik MM yakni 18 Juni 2011.

Format blanko dan model tulisanya pun sama. Keduanya sama-sama keliru mengisikan nama dekan FKIP. Harusnya ijazah ditandatangani dekan FKIP saat ini Dwi Retnani Srinarwati, tetapi ijazah milik kedua oknum guru ini ditandatangani dekan FKIP lama Winarno. Tanda tangan Rektor Setijono juga dipalsu. Sementara stempelnya tidak sama dengan sempel resmi Unipa. ari

author