banner 468x60

Meski Nilai UN Kecil, Siswa SMP Ini Tetap Diapresiasi

420 views
iklan
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Ir Sudarusman

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Ir Sudarusman

Penakita | SURABAYA – Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Ir Sudarusman mengatakan, di sekolah yang ia pimpin ini ujian nasional (UN) bukanlah yang nomor satu, dan bukan faktor terpenting kelulusan siswa. Pasalnya, sekolah yang terletak di Jl Genteng Muhammadiyah Surabaya ini, berkonsep sekolah prestasi dan berbasis bakat dan minat.

Karena itu, Sudar mengaku, tidak ada persiapan khusus bagi siswa di sekolah untuk menghadapi UN April 2013 mendatang. “Jadi kalau nanti UN siswa kami ada yang tidak lulus, ya tidak masalah. Dapat nilai kecil dalam UN pun juga tidak masalah,” tutur Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Ir Sudarusman, kepada PENAKITA.com, Senin (25/3/2013).

Lebih jauh Sudar melanjutkan, justru biasanya sekolah memberikan apresiasi kepada mereka saat wisuda, atas kerja kerasnya. Sebab, pihaknya yakin bahwa para siswanya itu juga telah bekerja keras mengerjakan UN. “Biarpun nilai UN mereka nanti kecil, saya yakin mereka telah bekerja keras. Jadi pantas untuk diapresiasi,” tukas Sudar.

Yang menarik lagi, beber Sudar, paradigma ini sudah mulai tertanam di benak para orang tua siswa. Mereka lebih mengutamakan pembelajaran berbasis bakat dan minat siswa dibandingkan sekadar mengikuti UN dan lulusan UN.

“Sudah banyak orangtua yang terang-terangan mengatakana kepada kami, bahwa tak ingin melihat anaknya ikut dalam UN. Sebab, menurut mereka UN tak berarti apa-apa, dibandingkan fokus secara spesifik kepada pembelajaran berbasis bakat dan minat mereka. Karena anak-anak mereka lebih unggul nonakademisnya, bukan akademisnya,” pungkas Sudar. ika

author