banner 468x60

Mobil Karya Wisnu Panjangnya Bisa Menyusut

410 views
iklan

PMobil-Lipatenakita | YOGYAKARTA – Terbatasnya ruang parkir kendaraaan yang tidak bisa mengimbangi jumlah mobil yang terus membengkak rupanya mengusik perhatian Wisnu Cahyo Purnomo. Siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ini pun berkreasi dan berhasil membuat prototipe mobil lipat minimalis!

Wisnu membuat sebuah mobil yang bisa dipendekkan agar mampu diparkir di lokasi yang sempit sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain. “Saat ini ruang parkir kendaraan bermotor, khususnya mobil, semakin terbatas. Garasi rumah juga sempit karena dimanfaatkan untuk keperluan lain. Akibatnya, mobil terpaksa diparkir di luar rumah,” kata Wisnu, Selasa (30/4/2013).

Dalam kondisi ‘normal’, mobil satu penumpang tersebut memiliki panjang 220 cm, tetapi saat dipendekkan panjangnya hanya 180 cm. Prototipe mobil lipat itu menggunakan kerangka besi dengan mesin kompresor dan bisa melaju hingga 40 kilometer per jam.

Menurut Wisnu, mobil tersebut kini hanya bisa digunakan untuk pengemudi dan membawa barang bawaan saat mobil dipanjangkan. Namun, lanjut Wisnu, mobil itu akan dikembangkan lagi sehingga wujudnya bisa lebih sempurna.

Wisnu membutuhkan waktu sekitar delapan bulan untuk mewujudkan idenya membuat sebuah mobil yang bisa dijalankan. Ia memerlukan bantuan bengkel las untuk membuat badan mobil. “Bagian tersulit adalah membuat sambungannya agar mobil bisa dilipat dengan praktis,” paparnya.

Mobil lipat tersebut telah memenangkan penghargaan khusus ‘Display Terbaik’ dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2012 yang digelar di Jakarta tahun lalu. Sementara itu, Pendamping dan Pembina Penelitian Seksi SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY, Zainal Abidin, mengatakan, siswa SMA dan sederajat di DIY diarahkan untuk mengembangkan berbagai penelitian.

“Ide-ide tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai penelitian. Nantinya, mereka bisa mengikuti OPSI,” tutur Zainal.

Prestasi siswa DIY dalam ajang OPSI, lanjut dia, selalu memuaskan karena berhasil tampil sebagai juara umum sejak 2009 hingga 2012 dengan jumlah medali yang terus bertambah. Pada 2012, DIY merebut juara umum dengan meraih dua emas, empat perak, dan satu perunggu, serta empat penghargaan terbaik. “Kami terus melakukan pembinaan, dan DIY diharapkan bisa terus mempertahankan tradisi juara umum tahun ini, dan bisa memperoleh prestasi di tingkat internasional,” pungkasnya. dde

author