banner 468x60

Motor Olahan Bowo Rebut Predikat Terbaik di Motor Modification Contest Polinema

iklan

penakita_1716Penakita | MALANG – Untuk pertama kalinya Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kontes modifikasi motor. Kegiatan yang diharapkan bisa makin memperkenalkan kampus Polinema pada masyarakat itu mendapat sambutan antusias pehobi modifikasi.

Meski baru pertama kali diadakan, Machine Day Motor Modification Contest (MMC) Jawa-Bali 2013 ini diikuti sekitar 113 peserta. “Kami sempat khawatir kegiatan ini tak diminati masyarakat. Sebab, sekitar 10 jam sebelum batas akhir pendaftaran lomba, hanya ada tiga peserta yang mendaftar. Itupun dari Malang saja. Tapi dua jam sebelum ditutup, langsung pendaftar membludak. Kami bersyukur ternyata animonya besar,” ujar Dendy Dearruly Widodo, Ketua Panitia Machine Day MMC Jawa-Bali 2013.

Karena target acara ini untuk memancing perhatian masyarakat, khususnya kalangan pelajar SMA pada Polinema, maka panitia mempersiapkan sederet acara menarik. Di antaranya adalah lomba band dan dance antarSMA se-Malang Raya.

Menurut Dendy, MMC merupakan rangkaian acara Machine Day untuk memperingati HUT Himpunan MAhasiswa Teknik Mesin Polinema ke-31. “Untuk lomba MMC ini kami sodorkan enam kategori, dan selain juara di masing-masing kategori akan dipilih dua pemenang utama,” bebernya.

Yang beruntung memperoleh penghargaan untuk kegiatan lomba MMC ini adalah Wibowo Suryo Putro. “Saya sama sekali tanpa target ikut kegiatan ini. Cuma iseng saja daripada tidak ada kerjaan di bengkel, langsung daftar. Eh ternyata malah menang semua,” ujar pria berambut gondrong ini.

Bowo mengusung tiga motor modifikasinya ke pentas MMC tersebut. Dan ketiga motor hasil utak atiknya itu berhasil menang, bahkan keluar sebagai juara terbaik.

Motor yang dinobatkan jadi juara terbaik ini adalah jenis Honda CG keluaran 1977. Motor kuno ini disulap dengan konsep café racer yang bercirikan spakbor belakang seperti bentuk lebah.

Bentuk asli motor CG ini sudah hilang sama sekali. Mulai ban, shock breaker, stang, tangki, hingga mesin asli 100 cc diubah dayanya menjadi 200 cc. Bracket penyangga mesin yang tadinya hanya satu pun diubah menjadi dua karena mesin motor ini diganti dengan mesin Honda Tiger.

Kalau pun ada yang aseli, tentunya adalah penutup mesin karena disitulah tertempel nomor mesinnya. “Yang tersisa asli Honda CG-nya cuma kelter yang ada nomor mesinnya. Selain itu, semuanya saya custom,” ungkap Bowo yang mengaku habis Rp 50 juta untuk modifikasi motor CG-nya ini. sum

author