banner 468x60

Mulai Tahun Ajaran 2019-2020, Murid SMA SMK di Jatim Bebas SPP dan Dapat Seragam Gratis

iklan

Penakita.com | SURABAYA – Ini kabar baik bagi orangtua, khususnya pelajar SMA dan SMA di Jawa Timur. Mulai tahun ajaran baru 2019/2020 seluruh SMA dan SMK Negeri di wilayah ini bebas biaya SPP.

Sementara bagi SMA/SMK swasta bakal memperoleh subsidi biaya SPP dengan nilai berbeda. Ada sekolah yang masih belum full, tetapi ada pula yang bahkan besaran subsidinya lebih besar dibandingkan biaya SPP yang dibebankan semula.

Menurut Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, cukup banyak sekolah yang besaran subsidi dari Pemprov malah surplus. “Kita akan mulai melaksanakan pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) mulai tahun ajaran baru nanti. SMA dan SMK Negeri sudah gratis semua. Tapi untuk yang swasta kami beri subsidi,” begitu tegasnya usai sidak pengambilan pin PPDB di SMAN 15 Surabaya, Senin (10/6/2019).

Bagi yang nilai subsidinya lebih kecil dibandingkan SPP yang dibebankan ke siswa, lanjut Khofifah, maka selisihnya boleh dibebankan pada orang tua murid. “Tapi di beberapa wilayah justru ada yang surplus subsidinya. Kami harap surplus yang ada bisa digunakan untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut,” tandasnya.

Ditekankan Khofifah, program TisTas tersebut untuk mencapai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur. Saat ini posisi IPM Jawa Timur terendah di pulau Jawa dan urutan ke 14 di Indonesia.

Seragam Gratis
Gubernur Khofifah menyatakan pula bahwa selain SPP gratis, dalam program TisTas itu Pemprov Jawa Timur juga memberikan seragam gratis pada seluruh siswa baru. Kebijakan pemberian seragam gratis ini berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta.

Melalui pemberian seragam gratis ini diharapkan para orang tua wali murid tak perlu dipusingkan biaya atau penarikan biaya untuk seragam yang biasanya menjadi beban saat masuk ke jenjang SMA atupun SMK.

Hal senada disampaikan Hudiyono, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dia menegaskan bahwa subsidi yang diberikan Pemprov Jatim berdasarkan indeks di masing-masing wilayah di Jawa Timur.

Dari indeks yang ada baru diketahui berapa subsidi yang didapatkan di masing-masing sekolah. “Ada sekolah yang SPP-nya Rp 135.000 per-bulan. Misalnya diberikan subsidi Rp 125.000, selisihnya dibebankan ke orang tua,” paparnya.

Tetapi, lanjut Hudiono, ada pula yang dapat subsidi Rp 185.000, padahal SPP-nya Rp 125.000. “Maka selisihnya itu harus digunakan sekolah untuk peningkatan mutu siswanya,” urainya.

Hudiono menyatakan pula, bagi sekolah swasta yang masih menarik biaya di sekolah harus berdasar pada kesepakatan bersama komite sekolah. dit

author