banner 468x60

Murid dan Guru Jangan Dibebani Beaya Beli Buku

403 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Ir M Nuh DEA melarang siswa dibebani membayar beaya buku ketika kurikulum baru diberlakukan awal semester depan. Pasalnya, menurut M Nuh, seluruh biaya pengadaan buku serta penggandaannya ditanggung pemerintah.

“Anak-anak tinggal diberikan saja. Tidak boleh dibebani biaya buku,” tegas M Nuh, Sabtu (2/2/2013).

Hal yang sama juga diberlakukan pada para guru. Mereka tidak boleh dibebani beaya buku pedoman mengajarnya.

Untuk anggaran buku ini, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun dari total anggaran yang dipersiapkan untuk pelaksanaan kurikulum baru sebesar Rp 2,4 triliun.

Anggaran ini terdiri dari dana APBN 2013 serta dana alokasi khusus (DAK). “Untuk buku-buku SMP, SMA dan SMK itu pakai dana DAK. Sedangkan untuk SD anggaran dari pusat,” katanya.

Ia menjelaskan ada petunjuk teknis yang akan diberikan pada kabupaten/kota dalam pengelolaan DAK pada tahun ini. Sementara untuk pembuatan bukunya sendiri dipastikan  selesai akhir Februari 2013 ini.

Dan bulan Maret mendatang sudah dilakukan pengadaan di tiap-tiap sekolah, sekaligus buku itu dipakai untuk pelatihan guru. “Jadi pelatihan guru ini materinya ya buku itu. Karena guru pelatihannya tidak teori aneh-aneh. Materu yang dilatih itu sesuai kelas yang diajar,”  papar mantan Rektor ITS.

Rencananya, pelatihan guru ini dilakukan serentak pada bulan April dan Mei mendatang. Dua bulan ini dipilih karena bersamaan dengan liburan semester.

“Jadi, waktu libur tiga minggu mau kami manfaatkan untuk pelatihan. Tenaga pelatihan dari pusat yang diambil dari beberapa daerah. Tapi bukan berarti bareng semua lho,”tegasnya.

Jika agenda itu berjalan lancar, Nuh optimis Juli 2013 mendatang kurikulum baru bisa diterapkan. “Insyaallah Juli sudah berlaku,”ujar Nuh.

author