banner 468x60

Murid SD Sidoarjo Terpaksa Kos Agar Bisa Ikut UN

367 views
iklan

ujian kokPenakita | SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Dr Harun MSi MM  mengatakan, pelaksanaan ujian nasional (UN) SD ini telah dipersiapkan secara matang. Sejak hari H-3, seluruh naskah UN telah dikirim baik yang di daerah terpencil maupun di kawasan perkotaan.

Sementara itu, Kabid TK, SD dan Pendidikan Khusus (PK) Dindik Jatim, Nuryanto menambahkan, salah satu faktor yang mempengaruhi hasil UN SD di bawah standart adalah daerah pinggiran. Misalnya wilayah tapal kuda dan Madura, ini merupakan daerah yang masih dinilai merah (di bawah standart). Di wilayah itu, Dindik telah berupaya agar terus mengalami peningkatan, baik dari sisi sarana prasarana maupun dari sisi kesejahteraan tenaga pendidiknya.

Tahun ini, sebanyak 26.583 terdaftar sebagai sekolah penyelenggara UN SD/MI. Dari daftar penyelenggara UN ini, Nuryanto menyebut ada sekitar dua ribu sekolah se Jatim yang tidak dapat menggelar UN. Sekolah-sekolah itu harus bergabung ke sekolah penyelenggara lain yang berdekatan.

Menurut dia, ribuan sekolah yang tidak dapat menggelar UN ini disebabkan jumlah siswa dalam satu rombel (rombongan belajar) yang terlalu sedikit. Selain itu, sekolah yang tak terakreditasi juga mendapat hambatan untuk menyelenggarakan UN.

“Di Sidoarjo, ada siswa yang harus kos tiga hari untuk ikut UN. Maklum saja, tempat tinggalnya di pesisir, dari rumah ke sekolah dia harus naik perahu. Sedangkan sekolahnya tidak dapat menyelenggarakan UN,” tutur Nuryanto.

Nuryanto menambahkan, peserta UN SD/MI di Jatim terdaftar sebanyak 649.384 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 518.747 siswa SD dan 130.637 siswa MI. Sedangkan untuk siswa SDLB sebanyak 283 siswa, yang terdiri dari peserta ketunaan A (tunanetra) 32 siswa, B (tunarungu/wicara) 238 siswa dan D (tunadaksa) seebanyak 13 siswa. Sedangkan untuk SD inklusif digelar di 26 lembaga, dengan peserta sebanyak 40 siswa.ika

author