banner 468x60

Murid Vita School Olah Kembali Bagian Makanan yang Biasa Dibuang, Seperti Ini Hasilnya

iklan
Murid SMA Vita School sedang menyimak pertanyaan-pertanyaan dari guru atas hasil eksperimen mereka yang dipajang di Research Expo & Scientific Work Presentation.

Penakita.com | SURABAYA – Jeruk Bali tentu sudah tak asing. Tetapi, sempat kah kita terpikir untuk memakan bagian dalam kulit Jeruk Bali yang berwarna putih dan tebal itu?

Dua murid SMA Vita School, Jason Suciptono dan Eric Gunawan memberanikan diri bikin eksperimen dengan bahan kulit Jeruk Bali. Hasilnya? Murid kelas XI IPA ini menawarkan manisan yang berbeda karena terbuat dari bahan kulit Jeruk Bali.

“Kami memang sering makan Jeruk Bali. Lalu kepikiran kenapa ya kulitnya dibuang?”cetus Jason kepada penakita.com, Senin (15/4/2019).
Mereka pun lalu mengawali eksperimen dengan mengambil bagian kulit buah tersebut dan meneliti kandungannya. “Ternyata dalam kulit yang tebal itu ada kandungan protein dan karbohidrat,” paparnya.  

Setelah dipotong-potong, bagian dalam Jeruk Bali itu lalu direndam dalam air kapur selama semalam. “Setelah itu diperas untuk menghilangkan rasa pahitnya. Kemudian direbus dalam air biasa selama 30 menit,” papar Eric menambahkan.

Air rebusan ini lalu disaring, dan kulit yang putih itu direbus lagi menggunakan air gula. “Total waktu yang diperlukan sampai hasil akhir sekitar 13 jam,” urainya.  

Tak hanya Jason dan Eric. Siswa SMA Vita School lainnya pun melakukan beberapa eksperimen menggunakan bahan-bahan yang mereka pilih sendiri.

Matthew dan Timothy misalnya, membuat ‘nata’ bukan dari santan kelapa melainkan memakai kulit melon. Proses yang dilakukan tim Matthew dan Timothy adalah memisahkan kulit melon dengan bagian dalamnya lalu diblender hingga diperoleh sari kulit buah melon.

Berikutnya, tim ini menambahkan gula, pupuk ZA, dan cuka. “Komposisinya, untuk satu buah melon dicampur 100 gram gula, 5 gram pupuk ZA, dan lima sendok makan cuka. Cuka ini berfungsi menurunkan pHnya sehingga bakteri tumbuh lebih optimal,” papar Matthew.

Namun, proses membuat nata dari bahan kulit melon ini tidak semudah bikin manisan seperti yang dilakukan Jason dan Eric. Untuk menyelesaikan pembuatan nata ini memerlukan waktu hingga tiga minggu.

“Perlu waktu 14 hari untuk proses fermentasinya. Setelah muncul lapisan nata-nya, lalu dipanen, dan terakhir direbus dengan sirup untuk memberi rasa,” beber Timothy.

Tetapi, baik tim Jason-Eric maupun Matthew-Timothy mengaku eksperimen yang mereka lakukan masih sebatas memproduksi dalam jumlah terbatas untuk konsumsi sendiri. “Kami belum sampai tahapan nilai ekonomis, harga jual, dan kemasan,” tegas Jason yang diamini oleh Matthew.

Melalui percobaan yang dibuat oleh murid-murid SMA Vita School ini dan digelar pada Research Expo di SMA Vita School Surabaya ini, mereka ingin membuktikan bahwa bagian makanan yang selama ini diabaikan dan cenderung dibuang ke tempat sampah bisa dimanfaatkan dan diolah jadi makanan kembali. dit

author