banner 468x60

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri dan Swasta di Kota Malang Kini Dilebur

iklan

logo tut wuriPenakita | MALANG – Dalam rangka mewujudkan Kota Malang sebagai Kota Vokasi, maka sejak Sabtu (5/10/2013) lalu Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK negeri dan swasta dilebur menjadi satu.

Apabila sekolah negeri dan swasta saling bersinergi dan tidak membeda-bedakan status, julukan Kota Malang sebagai Kota Vokasi semakin paripurna.

Kepala Sekolah SMK PGRI 3, Lukman Hakim, mengatakan penggabungan kedua MKKS ini untuk mewujudkan Kota Malang sebagai Kota Vokasi. “Penggabungan ini semangatnya maju bersama dan saling pengertian. Dengan penggabngan ini sudah tidak ada lagi pembedaan antara negeri dan swasta. Semua sejajar,” ucap Lukman Hakim, Kepala SMK PGRI 3.

Dengan penggabungan tersebut, maka Ketua MKKS SMK Kota Malang dijabat Wadib Su’udi, Kepala Sekolah SMKN 4 Grafika. “Penggabungan ini akan memecahkan permasalahan pendidikan vokasi di Kota Malang,” kata Wadib.

Wadib lalu mencontohkan penyelenggaraan Kurikulum 2013 bisa dikordinasikan antara sekolah negeri dan swasta sehingga menjadi seragam dan terarah. “Sudah setahun ini juga sudah berjalan pendampingan SMKN ke kawan-kawan swasta untuk bisa meraih ISO sebagai standar akreditasi sekolah,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, yang mengukuhkan penggabungan MKKS SMK berjanji tidak akan membeda-bedakan sekolah negeri dan swasta. Bahkan untuk memberikan kesempatan sekolah swasta mendapatkan siswa, Sutiaji akan melakukan pembatasan pagu sekolah negeri.

“Apapun jenjangnya, sekolah negeri dan swasta merupakan cerminan dunia pendidikan Kota Malang. saya dan Pak Anton (Muhammad Anton, Wali Kota Malang) akan memperhatikan semuanya tanpa memandang status. Untuk SMKN, saya akan buat aturan tidak boleh lagi membuka kelas dua shift, agar SMK swasta juga kebagian siswa,” tandas Sutiaji. sum

author