banner 468x60

Mutasi Babak Kedua, Jangkau Guru Kelas 1, 5, dan 6

374 views
iklan

IkhsanPenakita | SURABAYA – Mutasi babak kedua di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya kembali bergulir. Dan di tahun ajaran 2013-2014 ini sebanyak 1.600 guru ‘dikopyok’ untuk menempati pos barunya.

Khusus untuk jenjang SD, sasaran mutasi kali ini menjangkau guru kelas 1, 5 dan 6. Jumlah ini meningkat dibandingkan mutasi gelombang pertama. Saat itu jumlahnya 1.200 guru dengan sasaran guru kelas 2,3 dan 4.

Seperti mutasi babak pertama, kali ini juga terjadi protes dari para wali murid. Mereka pun lalu mendatangi Kantor Dindik surabaya mengungkap kekhawatirannya mutasi tersebut bakal menurunkan prestasi siswa.

Menurut para wali murid yang mendatangi Kantor Dindik Kota Surabaya, guru yang dimutasi dinilai jauh lebih kompeten dibanding yang masuk dari sekolah lain. “Kalau seperti ini yang menjadi taruhannya kan siswa. Bisa-bisa nilainya akan jeblok,” cetus wali murid SDN 6 Dr soetomo, Selasa (16/7/2013).

Kekhawatiran wali murid semakin bertambah karena yang masuk gelombang mutasi adalah wali kelas dan guru kelas 6 SD. Dia khawatir hal itu akan berdampak pada hasil ujian nasional tahun depan.

Meski demikian, aksi demo wali murid ini berhasil diredam Kepala Dindik Kota Surabaya, Ikhsan. Menurut Ikhsan, pihaknya memaklumi timbulnya rasa khawatir itu. Namun ikhsan menegaskan, mutasi ini tidak akan mengorbankan siswa.

“Semuanya telah melalui pertimbangan yang matang. Protes semacam ini sudah biasa. Dulu waktu mutasi gelombang pertama protes juga terus mengalir dari wali murid maupun guru. Silahkan dijalani dulu saja,” kata Ikhsan.

author