banner 468x60

Negerikan PTS untuk Ratakan Pendidikan di Indonesia

450 views
iklan
Muhammad Nuh

Muhammad Nuh

Penakita | JAKARTA – Perubahan status perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) di daerah tertentu menimbulkan semacam kekhawatiran bagi PTS lain yang ada di daerah tersebut. Padahal, salah satu tujuan langkah ini adalah untuk dapat membantu memeratakan pendidikan di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, keberadaan PTN di daerah tertentu memiliki misi tertentu untuk melayani jumlah mahasiswa yang cukup banyak. Selain itu, langkah ini juga dapat meningkatkan angka partisipasi kasar (APK).

“PTN bisa jadi partner untuk meningkatkan kualitas. Orientasi dari ini bagaimana anak-anak mendapat pendidikan yang terbaik. Jadi bukan ancaman,” kata Nuh beberapa waktu lalu.

Sasaran dari perubahan PTS ke PTN ini banyak mengarah pada daerah perbatasan dan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Menurut dia, pengelolaan pendidikan tinggi di daerah perbatasan dan 3T ini tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat begitu saja.

“Jadi, seperti Merauke dinegerikan. Sangihe juga begitu. Selanjutny NTT,” papar Nuh.

Meski begitu, banyak juga PTS yang berada di kota yang menginginkan perubahan status ini. Salah satunya adalah Universitas Pancasila (UP). Kampus yang berada di kawasan Lenteng Agung ini memiliki banyak mahasiswa, aset besar, dan tidak dalam keadaan rugi.

“Untuk UP ini petingginya juga sudah meminta permohonan untuk dinegerikan. Kalau Trisakti bukan diserahkan lha wong punya pemerintah,” tuturnya.

Ditambahkan Nug,”Yang pasti dinilai dulu, apakah harus punya perguruan tinggi negeri daerah itu? Kemudian dilihat sisi geografis, sisi politik, peta potensi dan rencana pengembangannya.”

Berikut beberapa perguruan tinggi yang telah serah terima aset dan sedang dalam proses pengubahan status pada tahun ini adalah Universitas Andi Jema (Maluku), Universitas Teuku Umar (Aceh), Universitas Tidar (Magelang), Universitas Siliwangi (Tasikmalaya), dan Politeknik (Banyuwangi).

author