banner 468x60

NU Dirikan Perguruan Tinggi Sembilan Lantai

626 views
iklan

peresmian Universitas NU SurabayaPenakita | SURABAYA – Keinginan Nahdatul Ulama (NU) memiliki perguruan tinggi setingkat universitas akhirnya terpenuhi. Sabtu (27/7/2013) dilakukan prosesi pemancangan tiang pertama gedung sembilan lantai tersebut oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh.

Perguruan tinggi bernama Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (Unusa) ini sebetulnya sudah memiliki dua kampus, yaitu kampus A di Jl SMEA 57 Surabaya, dan kampus B di area RSI Jl Jemursasi Surabaya. “Yang sedang dibangun ini adalah kampus C dengan tower sembilan lantai,” kata Prof Dr Rochmad Romdoni SpPD, Rektor Unusa.

Menurut Romdoni, embrio Unusa berawal sejak tahun 1979 yaitu saat terbentuknya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK Yarsis) yang diprakarsai PCNU dan PC Muslimat NU Surabaya. Sekolah ini kemudian berubah menjadi Sekolah Kebidanan Yarsis. Dan pada tahun 2006, dua institut Akper dan Akbid melakukan penyatuan menjadi Stikes Yarsis.

Setelah berpengalaman 33 tahun mengelola institusi pendidikan dan atas dorongan muslimat NU, PCNU Surabaya, PWNU dan PBNU, sejak tahun 2012 mulai diajukan proses legalitas peralihan bentuk institusi  menjadi Universitas.

Unusa memiliki lima fakultas yakni Fakultas Kedokteran terdiri jurusan S1 pendidikan Dokter (sedang proses perijinan), S1 Ilmu kesehatan Masyarakat dan D IV Analis Kesehatan. Lalu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan jurusan S1 PGSD, S1 PG PAUD dan S1 pendidikan Bahasa Inggris.

Sedang Fakultas Ekonomi terdiri dari S1 Akuntansi dan S1 Manajemen. Fakultas Ilmu Kesehatan terdiri jurusan S1 Perawat, S1 Gizi, D-IV Bidan (dalam proses perijinan), D II Kebidanan dan DII Keperawatan. Dan yang terakhir Fakultas Teknik terdiri jurusan S1 Teknik Elektro dan S1 Sistem Informasi.

Guna menunjang praktek mahasis di Fakultas Kedokteran, Unusa sudah punya dua rumah sakit, yaitu RSI Jl Jemursari dan RSI Jl Ahmad Yani (Wonokromo). “Tantangan global saat ini adalah, para alumni diharap mampu menguasai Iptek, enterpreneurship dengan dilandasi karakter dan kaidah Islami,” cetus Romdoni.

Diakui, untuk mendirikan universitas bukan perkara mudah. Dibutuhkan komitmen kuat, kerjasama serta keikhlasan yang lebih keras. “Ini tantangan bagi kami terutama masalah pencitraan untuk berjuang sesuai nilai dasar ahli sunah wal jamaah,” ucapnya.

Pemancangan tiang pertama Unusa dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus ketua Yayasan RSI Surabaya M Nuh. Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua PBNU Said Agil Siradj, Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung, Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, Rektor Unair Prof Fasichul Lisan, Rektor Unesa Muchlas Samani, Rektor IAIN Abdul A’la serta sejumlah kiai sepuh. ari

author