Mendikbud Hapus Bea Masuk Perguruan Tinggi

SURABAYA – Mendikbud, Mohammad Nuh berencana membebaskan biaya pendaftaran masuk Perguruan Tinggi di Indonesia pada tahun 2013 ini. Namun untuk itu, M Nuh saat ditemui di kampus ITS mengatakan bakal menambah varian soal dalam Ujian Nasional pada 2013. Jika sebelumnya hanya 5 varian, akan menjadi hingga 20 varian dengan tujuan mempersulit siswa didik melakukan kecurangan.

Selain itu, mantan Rektor ITS itu juga bakal mengutamakan nilai raport dan hasil tes untuk memperketat penyaringan. “Kami ingin pelajar khusuk mengerjakan soal,” kata Nuh, Sabtu (26/1/2013).

Ditambahkan, untuk membebaskan biaya pendaftaran di Perguruan Tinggi, pihaknya mengaku telah sepakat dengan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Sebab menurutnya, bagi sebagian masyarakat biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu, bukan suatu beban. Namun bagi masyarakat menengah ke bawah, hal tersebut tentu menjadi batu ganjalan untuk mendaftarkan anaknya agar bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Sementara itu, menjelang SNMPTN 2013, Kemendikbud juga segera merilis buku Menu Perguruan Tinggi pada bulan Februari mendatang, lengkap dengan nama-nama seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia beserta biayanya. “Dengan buku panduan lengkap itu, seluruh bakal calon mahasiswa akan dengan mudah memilih kampus favoritnya,” pungkasnya.

Dana Pengadaan Lahan SMKN Waru Dicoret

SIDOARJO – Pembangunan sekolah kejuruan negeri SMKN di Sidoarjo tidak bakal terealisasi. Pasalnya, pengadaan lahan untuk SMKN Waru sebesar Rp 18 miliar di APBD 2013 dicoret. “Tahun ini memang tidak dialokasikan anggaran untuk lahan SMKN Waru,” ujar anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, dr Wijono, Kamis (24/1/2013).

Politisi PDIP ini menambahkan, dalam hearing dengan Dinas Pendidikan Kabupaten (Dikkab) Sidoarjo disepakati jika tahun 2013 ini hanya dialokasikan anggaran pengadaan lahan SMKN Prambon. Jika tahun sebelumnya hanya dianggarkan Rp 10 miliar, tahun ini ditambah sesuai kebutuhan.

“Untuk lahan SMKN Prambon sebenarnya tahun lalu sudah ditentukan harganya oleh tim appresial. Tapi pemilik lahan minta kenaikan harga,” tandasnya.

Dalam hearing dengan Dikkab, tambah dia, disepakati jika anggaran untuk pengadaan lahan SMKN Waru akan digunakan untuk kepentingan pendidikan lainnya. Seperti peninggian gedung SMAN 1 Sidoarjo yang selama ini banjir saat musim hujan.

Dana Rp 28 miliar itu kini akan digunakan untuk pengadaan lahan SMKN Prambon Rp 18 miliar dan sisanya untuk anggaran pendidikan lainnya. Seperi peninggian gedung SMAN 1 Sidoarjo dianggarkan Rp 2 miliar. “Tidak tahu sisanya untuk apalagi. Yang pasti untuk pengadaan lahan SMKN Prambon sekitar Rp 18 miliar,” tutur Wijono.

Kepala Dikkab Sidoarjo, Agoes Budi Tjahjono mengatakan dalam hearing dengan Komisi D sudah disepakati jika tahun ini yang dianggarkan hanya pengadaan lahan SMKN Prambon. “Tahun ini hanya dianggarkan dana untuk pengadaan lahan SMKN Prambon,” ujarnya.

Dalam APBD 2011 dan 2012, untuk pengadaan dua SMKN itu dialokasikan dana Rp 28 miliar. Untuk lahan SMKN Waru Rp 18 miliar dan SMKN Prambon Rp 10 miliar. Namun selama dua tahun anggaran itu tidak terserap.

Pancasila Diajarkan di LP dan Rutan

JAKARTA – Aksi kekerasan dan radikalisme di negeri ini makin memprihatinkan. Karena itu Kementerian Agama (Kemenag) dan Permata Bangsa beruapa menangani budaya negatif itu dengan menjadikan Pancasila sebagai jalan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan dan radikalisme.

Dalam upaya itu pula, Pancasila kini diajarkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) di antaranya dilakukan di rumah tahanan (rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba. Langkah itu, kata Ketua Permata Bangsa Dody Susanto, dilakukan dalam rangka mengikis tindak kekerasan di Tanah Air.

“Permata Bangsa meluncurkan gerakan derajat Pancasila atau kepanjangannya deradikalisasi jalan atasi terorisme dengan Pancasila di Rutan dan Lapas Salemba,” katanya di Jakarta, Minggu (27/1/2013).

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Menteri (Wamen) Agama, Prof Dr Nasarudin Umar, Kepala Rutan Salemba Taufiqurahman, dan Kepala Lapas Salemba Yusparudin MM dan jajaran Rutan dan Lapas Salemba. Nasarudin dalam kesempatan ceramahnya menekankan pentingnya sabar dan rasa syukur kepada Tuhan sebagai manifestasi hamba yang beriman, taat pada agama, dan takut pada Tuhan.

“Ajaran Pancasila penting untuk dilaksanakan bukan semata-mata merupakan pelajaran,” ujarnya.

Pada kesempatan itu diresmikan sosialisasi Klinik Pancasila melalui gerakan doa iman taqwa atau gladi taqwa serta gladi rohani, yang dilakukan secara khidmad. Kegiatan itu diisi dengan diskusi interaktif antara Wamen Agama dan para warga binaan.  Saat menutup acara tersebut itu diadakan peluncuran gerakan Alpukat atau kepanjangannya Aksi Langsung Pribadi Utuh dengan Keimanan Agama Tuhan oleh Ketua Permata Bangsa, diikuti prosesi makan buah alpukat bersama ratusan warga binaan mengakhiri silaturahmi antar anak bangsa di rutan dan LP Salemba dan kegiatan itu bisa menghibur.