Vitamin E Bukan Cuma Kacang-Kacangan

SURABAYA – Khasiat vitamin E dalam dunia wanita memang sudah tidak asing lagi. Lihat saja, kosmetik di pasaran yang kerap menggunakannya sebagai bahan campuran. Mulai dari krim pelembab, antipenuaan, hingga menghilangkan vlek hitam, nama vitamin E tidak pernah absen.

Selain untuk kulit, kandungan alfa tokoferol di dalamnya, diyakini dapat menjadi senjata ampuh dalam memerangi kolestrol dan serangan stroke. Sama dengan vitamin lainnya, vitamin E juga menjadi nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh, akan tetapi sayangnya tubuh tidak dapat memproduksi sendiri.

Oleh karena itu, dibutuhkan asupan vitamin E yang pas untuk dikonsumsi. Selama ini, banyak orang hanya mengenal kacang-kacangan sebagai sumber vitamin E. MelansirBoldsky, sayuran hijau dan cabai juga dapat dijadikan alternatif sebagai sumber vitamin E.

1. Bayam
Banyak orang mengkonsumsi bayam karena kandungan zat besi yang tinggi. Di balik warnanya yang hijau, bayam juga menjadi sumber vitamin E dan antioksidan yang baik. Jadi, jangan ibu hamil saja yang patut memakan bayam, tapi Anda juga.

2. Kacang tanah
Kacang tanah merupakan sumber pangan yang kaya tokoferol, antioksidan vitamin E yang kuat dan mudah larut. Artinya, kacang juga dapat dijadikan pilihan untuk memerangi radikal bebas penyebab kanker.

3. Kacang Almond
Pilihan sumber vitamin E selanjutnya adalah kacang almond. Di antara jenis kacang, almond merupakan sumber kandungan vitamin E tertinggi. Sebuah penelitian menyebutkan, mengkonsumsi satu genggam almond sama dengan melindungi kesehatan jantung.

4. Sawi
Selama ini sawi hanya dijadikan sebagai pelengkap sajian mi. Sayuran hijau berdaun lebar ini juga memiliki kandungan vitamin E yang dibutuhkan tubuh. Baik mentah atau dimasak, sawi tetap memiliki nutrisi baik untuk tubuh.

5. Brokoli
Satu lagi sayuran hijau kaya vitamin E. Brokoli tak hanya baik untuk mencegah kanker, kandungan vitamin A, C, D, dan K membuat sayuran ini menjadi superfood di dunia medis.

6. Paprika merah
Memiliki aroma pedas seperti cabai, tak berati paprika memiliki sedikit khasiat. Selain vitamin C, paprika juga memiliki kandungan vitamin E dan antioksidan yang kuat.

7. Bubuk cabai
Tak hanya sekadar penambah rasa. Bubuk cabai merah juga dapat dijadikan solusi untuk asupan vitamin E. Mungkin ini menjadi pilihan tepat untuk Anda yang cinta rasa pedas.

Olahraga Pengaruhi Konsentrasi Belajar Anak

KANADA, AS – Konsentrasi biasanya jadi modal utama kesuksesan dalam proses belajar anak. Namun, seperti halnya kita, untuk bisa berkonsentrasi, anak sering merasa kesusahan. Jika hal ini terjadi pada buah hati Anda, jangan kuatir. Berikut ada tips yang bisa Anda lakukan.

Dalam sebuah penelitian, sebuah konsentrasi ternyata bisa dilatihkan ke anak dalam beberapa kebiasaan sederhana. Salah satunya kebiasaan anak pergi ke sekolah. Dalam hal ini, kebiasaan anak berjalan kaki atau bersepeda menuju sekolah.

Awalnya para peneliti mengira perbedaan kualitas konsentrasi ini dari makanan sarapan dan makan siang murid. “Kemudian kita menemukan, aktivitas fisik dari kebiasaan kecil berangkat ke sekolah, ternyata dapat meningkat konsentrasi sampai empat jam,” kata Niels Egelund, salah seorang penulis dalam laporan tersebut dengan AFP.

Niels menambahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa sarapan dan makan siang pada dasarnya juga memiliki dampak. Namun hal ini tidak terlalu signifikan dibanding dengan aktivitas fisik untuk pergi ke sekolah.

Sebelumnya sebuah survei dilakukan dengan melibatkan 19.527 siswa berusia 5 – 19 tahun. Peserta ditanya tentang kebiasaan olahraga mereka dan kemudian diberi tes dasar pengukuran konsentrasi.

Penelitian dari University of Montreal ini juga menemukan bahwa olahraga membantu otak kita lebih baik menggunakan oksigen. Hal ini juga dapat mengurangi kelelahan mental dan mempertajam pemikiran Anda di antara sesi olahraga.

Selain itu, seperti dikutip dari Dailymail, dibandingkan, anak dengan kebiasaan berkendara , anak dengan kebiasaan berjalan kaki dan bersepeda umumnya memiliki risiko obesitas yang lebih rendah. Penelitian ini sendiri dilakukan oleh dua peneliti gabungan yang dilakukan di dua universitas di Denmark. Mereka menemukan, aktivitas fisik (Olahraga), yang teratur adalah kunci dari semua ini. adi

Bahaya Jika Anak Kecanduan Main Smartphone!

SURABAYA – Tak cuma sebagai sarana telekomunikasi, fungsi edukasi sekaligus hiburan yang dihadirkan melalui perangkat ponsel pintar (Smartphone), membuat perangkat ini kini mulai familiar di kalangan anak-anak. Seperti mainan, keberadaannya kini bahkan telah menggantikan Robot dan Boneka sebagai teman tidur malam.

Fenomena kecanduan smartphone pada anak telah menjadi sorotan di Amerika Serikat, seperti diungkap dalam USA TODAY. Dalam sebuah kasus, seorang gadis 11 tahun di Korea bahkan tak bisa lepas dari smartphonenya. Ia gemar menulis pesan untuk teman-temannya dan memberi makan hamster digitalnya.

Seperti dikutip dari Mashable, sebuah studi yang dilakukan oleh organisasi sosial Common Sense Media, mempelajari lebih lanjut tingkat ketergantungan remaja dengan perangkat mobile mereka. Dalam penelitian ini menunjukkan, 41% dari remaja mengatakan mereka mengalami “Kecanduan akut dengan perangkat mobile”.

“Beberapa remaja mengaku ingin menghilangkan kebiasaan ini dan berharap mereka memiliki kehidupan normal tanpa terkekang dengan media digital dan sosial,” papar Parenting Editor Common Sense Media, Caroline Knorr.
Dia menambahkan, dalam hal ini peran orang tua sangat diperlukan sebagai peran yang memberi contoh model perilaku yang baik dan menetapkan batasan pada media sosial.

“Orangtua perlu mengingat mereka model peran anak-anak di era digital. Dan orang tua seharusnya lebih aktif memonitor prilaku anak dalam hal beraktivitas dengan perangkat mobile dan media sosial,” jelasnya.

Bagi anak-anak, kemudahan mengakses teknologi modern suatu hari bisa berdampak berbahaya. Sebaliknya, orang dewasa juga harus ingat waktu ketika saat menggunakan perangkat mobile mereka. Karena disadari atau tidak, selain akan menghilangkan waktu untuk bersosialisasi, hal ini akan menjadi contoh yang buruk terhadap perilaku dan perkembangan anak. adi