Awas Junk Food Buat Anak Cepat Puber!

Tak cuma berisiko obesitas, bagi anak, konsumsi Junk Food akan membuat mereka lebih cepat puber. Dalam sebuah penelitian, fenomena ini telah terjadi akhir-akhir ini dan sangat terasa jika dibanding 10 tahun terakhir.

Seperti dikutip dari the Sun, penelitian di Amerika menunjukkan pubertas pada anak perempuan sering terjadi 5 tahun lebih dini. Hal ini ditandai dengan siklus menstruasi pertama mereka. Sementara pada anak laki-laki hal ini terjadi 2 tahun lebih dini. Ditandai dengan kemunculan dan perubahan fisik menuju fase remaja.

Bagi para ilmuwan, dibanding dengan apa yang terjadi pada tahun 1980, remaja saat itu baru mengalami pubertas pada usia rata-rata 16,6 tahun. Sementara pada tahun 2010, hal ini telah turun menjadi 10,5.

Para ahli khawatir hal ini dapat menyebabkan peningkatan gadis-gadis yang mengalami kehamilan di usia sangat muda.
Marcia Herman-Giddens, dari University of North Carolina, salah seorang yang terlibat dalam penelitian ini mengklaim obesitas adalah faktor utama dalam hal ini. Ia menambahkan, hal ini yang pada akhirnya berpengaruh pada perubahan hormon tubuh atau yang biasa kita sebut pubertas.

Sementara itu, fenomena obesitas yang terjadi hampir di berbagai negara sering berlatar belakang dari kebiasaan mengonsumsi junk food. Disamping faktor lain, seperti kurangnya aktivitas fisik dan sebagainya.

Pubertas sendiri adalah proses perubahan tubuh, ditandai dengan munculnya beberapa bagian tubuh yang berubah tak ubahnya orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh serangkaian sinyal kimia, yang dikirim dari otak ke kelenjar hipofisis di kepala. Kemudian dari hipofisis ke kelenjar seks, ovarium pada anak perempuan dan testis anak laki-laki.

Pada gilirannya hal ini mendorong munculnya hormon seks, estrogen pada anak perempuan dan anak laki-laki, testosteron, yang menyebabkan perubahan fisik. Pubertas yang normal terjadi selama empat sampai lima tahun di kedua jenis kelamin. Tetapi anak wanita biasanya melalui hal ini lebih awal ketimbang anak laki-laki. adi

Ternyata Kebiasaan Berhitung Pakai Jari itu Penting Lho

JERMAN – Disadari atau tidak, kebiasaan berhitung sederhana, dengan menggunakan tangan ternyata dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Hal ini diketahui dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman beberapa saat yang lalu.

Ternyata, mengajari anak dalam berhitung menggunakan tangan ternyata tak hanya membuat mereka menyelesaikan setiap tugasnya dengan lancar. Karena menurut penelitian, kebiasaan sederhana ini efektif sebagai metode pembentukan otak  (pemahaman dan penalaran) selama kehidupan anak ke depan.

Menghitung dengan tangan pada dasarnya sebuah pengetahuan yang didapat dari kebudayaan turun temurun. Setiap tempat, umumnya berbeda satu dengan yang lain soal cara menghitung pakai jari.

Orang Eropa sering menghitung dengan tinju tertutup, dan mulai menghitung pada ibu jari tangan kiri. Di Timur Tengah, orang juga mulai dengan tinju tertutup, tapi mulai menghitung dengan jari kelingking tangan kanan. Kebanyakan orang Cina, dan Amerika Utara, menggunakan sistem tinju tertutup, tapi mulai menghitung pada jari telunjuk. Dan orang Jepang biasanya mulai dari posisi tangan terbuka, dan mulai menghitung dengan menutup jari kelingking terlebih dahulu.

Seperti dilaporkan Guardian, peneliti Jerman Andrea Bender dan Sieghard Beller berpendapat bahwa tingkat keragaman budaya dalam menggunakan jari untuk teknik berhitung sering diremehkan oleh banyak orang. Padahal memurut Mereka dengan mempelajari teknik menghitung jari, kita dapat mempelajari bagaimana budaya mempengaruhi proses kognitif – aritmatika terutama mental masyarakat di suatu Bangsa.

Pendapat kedua peneliti ini didapat setelah mereka melakukan penelitian dengan sistem Scan fMRI. Dari sini menunjukkan bahwa perkembangan otak sangat berkaitan dengan jari yang aktif, apa lagi di integrasikan melalui tugas-tugas numeric (Matematika).

Dalam Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa anak-anak muda yang sering berhitung dengan jari umumnya dapat melaksanakan tugas kuantitatif lebih baik ketimbang mereka yang tidak pernah melakukan cara ini. “Itu mungkin karena penghitungan jari memiliki satu pengalaman yang unik yang membedakannya dari sistem menghitung tertulis atau lisan. Hal ini yang kemudian meningkatkan pengalaman sensorik – motorik, dan secara tak langsung berhubungan dengan aktivitas otak,” jelas Andrea.

Karena penyimbolan angka pada bagian tubuh, secara tidak langsung akan mengurangi beban di otak. Dengan kata lain, penggunaan sistem simbolis ini memungkinkan seseorang untuk memiliki kemampuan aritmatika yang lebih canggih. Selain itu, hal ini juga berdampak pada peningkatan pemahaman seseorang terhadap sebuah ilmu pengetahuan baru. adi

Masih TK, Tapi Anak Ini Mampu Pecahkan Rekor Dunia

INDIA – Pemecah rekor dunia untuk keterampilan tertentu tak selalu di dominasi orang dewasa. Paling tidak hal ini dibuktikan oleh seorang anak asal India yang satu ini. Berkat ketekunan berlatih, ia mampu memecahkan rekor Skating Limbo terpanjang.

Dalam catatannya, anak ini mampu melakukan limbo dengan sepatu roda melintasi beberapa kolom mobil. Berasal dari Maharastra, India, anak ini bernama Shreeya Rakesh Deshpande.

Seperti dikutip dari laman resmi the Guinness World Records, seorang gadis berusia 5 tahun asal India adalah satu-satunya orang yang sementara ini bisa melakukannya. Dalam catatan resminya, Rakesh mampu meluncur sangat jauh melewati bawah mobil yang diparkir sejajar dengan teknik.

Dengan keseimbangan yang terlatih dengan baik, ia merengangkan ketua tangan dan kakinya ke samping. Tumubuhnya didorongke bawah hingga wajah dan perutnya hanya beberapa inchi diatas tanah. Mengawali dengan berlari, semua gerakan ini dilakukan dengan sempurna, dan ia mencetak rekor baru skating limbo di bawah mobil terpanjang di dunia.
Dalam rekor Guiness, anak ini mampu melewati bagian bawah mobil dengan ketinggian tak lebih 30 Cm sejauh 48,2 meter. Disaksikan dan disemangati langsung oleh kedua orang tuanya, proses pemecahan rekor kali ini dilakukan di Kolhapur India.

Skating limbo, seperti yang dilakukan Shreeya sebenarnya bukan yang pertama di dunia. Tahun lalu, seorang anak india (juga), pernah mencatatkan diri sebagai skating limbo terpanjang di dunia. Adalah Rohan Ajit Kokane, yang pada bulan februari tahun lalu mampu melakukan dengan catatan 38.68 meter di Mumbai India. adi