Unair Siapkan Beasiswa Rp 4 Miliar

SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengajak mahasiswanya terus berprestasi. Mereka diminta berlomba-lomba menunjukkan prestasi terutama di bidang akademik. Unair menawarkan beasiswa khusus mahasiswanya dengan total Rp 4 miliar.

“Ini kabar gembira bagi mahasiswa. Tidak hanya kepercayaan pihak ketiga, pemerintah dan BUMN tahun ini melipatgandakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi Unair,” kata Muhammad Nasih, Wakil Rektor II Unair, Minggu (27/12013).

Nasih mengingatkan kepada seluruh mahasiswa taik perlu cemas jika memang berprestasi. Apalagi mereka dari keluarga kurang mampu akan mendapat prioritas beasiswa tersebut.

Nasih mencatat, ada peningkatan hampir dua kali lipat besaran beasiswa yang tersedia di Unair tahun ini. Lebih besar dari tahun lalu yang mencapai Rp 23 miliar. “Rata-rata BUMN dan industri terintegrasi dengan program CSR mereka,” kata Nasih.

Dalam beasiswa ini, semua lapisan mahasiswa berkesempatan. Tidak memandang mahasiswa dari keluarga dari golongan ekonomi apa pun. Selama dia pintar, cerdas, kreatif, dan aktif organisasi punya peluang. Baik beasiswa dari pemerintah maupun swasta.

Terutama beasiswa dari pihak ketiga (swasta) untuk Unair, besarannya sangat berlimpah. Rata-rata dana beasiswa lebih dari Rp 5 miliar setiap tahun berseliweran di kampus terbesar di Surabaya ini.” Semua mahasiswa mendapat kesempatan yang sama. Yang penting pinter dan aktif,” kata Nasih.

Ditambahkan, Bank Syariah Mandiri (BSM) misalnya, terakhir menggelontorkan Rp 150 juta khusus beasiswa untuk mahasiswa Unair. Beasiswa BSM diperuntukkan bagi mahasiswa dengan empat kategori. Yakni mahasiswa yang pandai, aktif, relawan, dan entrepeneur.

RSBI Bubar, Sister School Tetap Jalan

SURABAYA  – Sekolah-sekolah eks RSBI Surabaya tetap akan melanjutkan kerja sama internasional. Apalagi Pemkot Surabaya selama ini sudah menjalin kerja sama dalam program sister school, yang jadi bagian dari sister city (kerja sama Surabaya dengan kota-kota di dunia yang memiliki karakter sama).

Kepala Dinas Pendidilkan Surabaya, Ikhsan menuturkan, kerja sama internasional di bidang pendidikan sudah berjalan. Banyak sekolah, terutama berstatus RSBI telah menjalin kerja sama tidak saja di bidang belajar dan pembelajaran. Tapi juga budaya hingga pertukaran pelajar.

“Kerja sama sister school adalah terintegrasi dengan sister city. Jadi ada tidak ada RSBI, kerja sama sejumlah sekolah kita dengan sekolah luar negeri jalan terus,” kata Ikhsan, Minggu (20/1/2013).

Sejumlah sekolah sebelumnya sempat cemas dengan dihapuskannya RSBI. Mereka yang sudah terlanjur menjalin kerja sama internasional terancam tak bisa dilanjutkan. Mengingat, apa pun terkait RSBI harus ditanggalkan.

“Banyak hal positif yang bisa didapat dari kerja sama internasional. RSBI boleh bubar, tapi peningkatan mutu pendidikan di sekolah harus tetap jalan. Hal-hal begini, termasuk kerja sama sekolah dengan sekolah luar negeri ya jalan terus,” tambah Ikhsan.

Anak Muda Indonesia Makin Suka Belajar Budaya Jepang

BEKASI – Minat anak muda Indonesia untuk belajar budaya Jepang tampaknya kian besar. Fenomena ini tampaknya mendapat perhatian serius dan apresiasi dari Negeri Matahari Terbit itu.

“Minat orang Indonesia mempelajari bahasa, seni dan berbagai hal tentang Jepang sangat tinggi,” kata Ahli Bahasa Japan Foundation Moribayashi Ken di sela-sela menghadiri Lomba Apresiasi Bahasa Jepang “Bunkasai” se-Jabodetabek di SMA Islam Al Azhar-4 Bekasi, Sabtu (12/1).

Japan Foundation mencatat lebih dari 300.000 orang Indonesia mampu menggunakan bahasa Jepang. Jumlah itu belum ditambah dari masyarakat Indonesia yang mempelajari seni peran, alat musik, baca huruf Jepang (rodoku), teater (enjuku), tarian (chanouyo) dan seni perkusi (taiko), komik (manga) dan budaya Jepang lainnya.

“Saya kira mereka memiliki minat yang tinggi terhadap kebudayaan Jepang terutama bahasanya. Jika ingin belajar bahasa Jepang kuncinya adalah jangan terlalu terpaku oleh tata bahasa. Karena yang lebih penting dari tahap belajar adalah dimengertinya ucapan saat berkomunikasi,” ujarnya.

Moribayashi menghargai keberanian siswa-siswi yang mengikuti Bunkasai SMA/MA 2013. “Mereka berani mengekspresikan diri dalam drama Jepang, rodoku, enjuku, chanouyo (tarian) dan taiko (Seni perkusi),” pungkasnya.