Rutgers University Ajarkan Mata Kuliah Beyonce

NEW JERSEY, AS – Pendidikan di perguruan tinggi seharusnya untuk mencari ilmu pengetahuan. Namun terkadang, pencarian terhadap ilmu pengetahuan tersebut melalui jalan yang jauh berbeda bahkan terbilang aneh.

Pengaruh budaya tokoh pop yang berperan penting dalam kehidupan kita sehari-hari, maka beberapa universitas pun memiliki program studi (prodi) mengenai tokoh sentris tersebut. Contoh nyata, di Rutgers University, New Jersey, Amerika Serikat, terdapat mata kuliah tentang penyanyi ternama Beyonce.

Lain halnya di University of California at Berkeley. Pada kampus tersebut terdapat mata kulliah yang mempelajari filsafat serial kartun ternama, The Simpson. Sementara di Durham University, mahasiswa program sarjana di bidang ilmu pendidikan dapat memilih modul tentang Harry Potter dan Ilusi Usia.

Merasa aneh atau justru tertarik untuk mengikuti perkuliahan tersebut? Berikut sejumlah kampus yang menawarkan mata kuliah dengan topik yang “tidak biasa” seperti dikutip dari Asia One, Rabu (23/1/2013).

Mata kuliah David Beckham

Bagi Anda penggemar berat mantan pemain Real Madrid bernomor punggung 23 ini, Staffordshire University menawarkan modul 12 minggu sebagai bagian dari program sarjana di bidang olahraga, media, dan budaya. Topik yang dibahas selama perkuliahan meliputi perkembangan gaya rambut ayah empat anak tersebut, kehidupan pernikahannya bersama Victoria Beckham, serta status Beckham sebagai “obyek fantasi banyak orang.”

Mata kuliah Harry Potter dan Ilusi Usia

Perkuliahan ini tidak mengajarkan mantra namun ditawarkan sebagai bagian dari program sarjana bachelor of arts (BA) bidang studi pendidikan di Durham University. Modul ini terdiri atas 22 kali perkuliahan dan 11 seminar untuk melihat bagaimana novel JK Rowling mencerminkan prasangka dan kewarganegaraan dalam masyarakat modern.

Mata kuliah Filsafat The Simpson

Meski mempelajari kartun, bukan berarti perkuliahan ini santai. Melalui perkuliahan tersebut mahasiswa dapat mempelajari filsafat di balik cerita The Simpson. Misalnya, apakah ada hubungan penolakan Nietzsche terhadap moralitas tradisional membenarkan perilaku buruk Bart? Menjaga eksistensi kartun yang telah berusia 24 musim dan terus berlanjut, bukanlah hal yang mudah.

Mata kuliah Politisasi Beyonce

Superstar R & B Beyonce Knowles adalah selebriti terbaru yang akan ditampilkan dalam mata kuliah di Rutgers University. Menurut situs Rutgers, mata kuliah ini ditawarkan bagi mahasiswa di Departemen Perempuan dan Studi Gender. Perkuliahan ini membahas bagaimana musik Beyonce mencerminkan isu-isu dalam lomba Amerika, gender, dan seksualitas.

Mata kuliah Sosiologi Hip Hop: Jay Z

Setelah Beyonce masuk sebagai kajian studi di Rutgers University, giliran sang suami Jay-Z yang menjadi subyek dalam mata kuliah sosiologi di Georgetown University. Dengan demikian mereka menjadi pasangan selebriti pertama yang memiliki kajian akademis masing-masing yang didedikasikan untuk mereka.

Bagi profesor Michael Eric Dyson, lirik The Million-Dollar Mogul karya Jay-Z tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan komentar sosial yang akurat tentang topik-topik seperti identitas ras dan gender, seksualitas, kapitalisme, dan ketimpangan ekonomi. Selain itu, pemilik nama asli Shawn Carter itu juga dianggap subyek layak karena keragaman kepentingan bisnisnya sebagai pengusaha pakaian dan salah satu pemilik klub NBA New Jersey Nets.

Mata kuliah Budaya Kehidupan Malam di New York

Salah satu universitas Ivy League, Yale University menawarkan mata kuliah mengenai kehidupan malam Kota New York. Menurut silabus mata kuliah tersebut, perkuliahan ini berusaha untuk menjawab pertanyaan kuno alasan kita pergi keluar pada malam hari.

Koran kampus Yale Daily News mengatakan, mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut mendapat kesempatan untuk memeriksa klub-klub malam top di New York serta didatangi DJ terkemuka sebagai dosen tamu. kps

Manfaatkan Energi Surya, Ido Raih Perunggu OSN

JEMBER – Mahasiswa Universitas Jember, Ido Hilka Zirahya, meraih medali perunggu pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) – Pertamina 2012 untuk bidang Fisika.

Babak final digelar di Kampus Universitas Indonesia, 26-30 November 2012 lalu. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini menyajikan karya tulis berjudul: Pemanfaatan Energi Surya Melalui Teknologi Non Photovoltic Untuk Pemanasan Air Dengan Kolektor Plat Datar dan Pemanas Ruangan Dengan Dinding Trombe dan Green House.

Tulisan ilmiah ini sudah disiapkan Ido di bawah bimbingan para dosen program studi itu, antara lain Sri Astuti, Rifati Dina Handayani, dan Yushardi. “Alhamdulillah, saya akhirnya bisa melewati dengan perjuangan berat,” kata Ido, sebagaimana dilansir Humas Unej.

Selain memaparkan karya tulis ilmiah, Ido juga menempuh ujian teori, dengan materi mekanika klasik, fisika statistik, elektrodinamika, dan fisika kuantum.

Dalam babak final, Ido dikalahkan oleh wakil dari Universitas Indonesia dan wakil Universitas Diponegoro. “Presentasi saya kalah karena masih di tataran kajian pustaka. Sementara kawan dari Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro sudah selangkah lebih maju dengan membuat aplikasinya,” katanya.

Mahasiswa Unesa Lolos Olimpiade Sains Pertamina

SURABAYA – Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) lolos dalam seleksi  Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN-Pertamina) 2011 wilayah Jawa Timur. Mereka berhak bersaing dalam OSN-Pertamina tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas Indonesia pada 1- 4 November 2011.

Mahasiswa Unesa yang lolos OSN Pertamina 2011 itu adalah Yusron Feriadi (peringkat 9 dalam Kompetisi Fisika), Anggi Hairina Hanum (peringkat 2 Kompetisi Kimia), Jepi Isnanto (peringkat 7 Kompetisi Kimia), dan Nurul Aini (peringkat 9 Kompetisi Kimia).

Pada penyelenggaran OSN-Pertamina 2011, panitia melakukan serangkaian pengembangan dalam teknis pelaksanaan kompetisi, yaitu jalur best theory dan best presenter. Selamat berjuang mahasiswa pejuang citra kampus Unesa!