banner 468x60

Pakai Ijasah Abal-Abal untuk Lanjutkan Sekolah di Luar Negeri

418 views
iklan

Penakita | JAKARTA – Masih maraknya bisnis ijasah palsu tentu mencoreng dunia pendidikan Tanah Air. Karena itu pemerintah menegaskan akan terus ‘berperang’ melawan aksi ilegal ini.

Hasilnya? Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) tahun lalu berhasil menangkap tiga pembuat ijazah palsu melalui dunia maya, dan sudah melanjutkan kasus tersebut ke pihak yang berwajib. Menurut Illah Sailah, Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen DIKTI, kasus ijazah palsu ini masuk ranah pidana sehingga penyelesaiannya dilimpahkan pada pihak kepolisian.

Namun penelusuran terhadap pembuat ijazah palsu ini tetap dilakukan pihaknya. “Kami berusaha terus memberantas hal semacam ini. Tapi tentu tidak mudah karena pergerakan pembuat ijazah palsu ini tak terstruktur tapi masif,” cetus Illah, Jumat (8/2/2013).

Ditambahkan pula, ijazah tersebut secara kasat mata memang tidak bisa dibedakan begitu saja. Menurutnya, hanya pihak universitas yang bersangkutan yang bisa membedakan mana ijazah palsu atau ijazah asli. Pasalnya, format dan logo itu langsung berada di tangan perguruan tinggi tersebut dan kemudian dicetak oleh Peruri.

“Hanya Perguruan Tinggi bersangkutan yang tahu bagaimana membedakannya. Apalagi untuk keperluan pekerjaan atau melanjutkan studi kan hanya fotokopi,” kata Illah.

Pemalsuan ijazah ini sendiri tidak tanggung-tanggung hanya untuk mencari kerja saja. Ada yang nekat juga menggunakan ijazah palsu untuk sekolah di luar negeri yang akhirnya berakibat fatal pada mahasiswa asal Indonesia lain yang ingin melanjutkan studi di sana.

“Ada ijazah palsu yang ketahuan di luar negeri. Akibatnya waktu itu ada yang melampirkan ijazah tanpa dilegalisir tidak diperbolehkan. Harus legalisir semuanya,” tegasnya.

author