banner 468x60

Pakai Teknologi Motion Picture Bikin Animasi Cukup Seminggu

490 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar Festival Animasi 2013 untuk pelajar SMK dan umum di Surabaya pada 12-17 Februari. Festival Animasi 2013 itu untuk mengenalkan “teknologi motion capture” dan mengembangkan animasi khas Indonesia, sebab animasi dari negara lain hanya mengajarkan kekerasan.

“Misalnya, Doraemon, Sinchan, Donald Duck, dan sebagainya. Padahal, teknologi motion capture bisa membuat animasi berdurasi lima menit akan selesai kurang dari seminggu, bukan enam bulan. Motion capture itu hanya gambar orang bergerak yang ditempeli tokoh kartun,” Bambang Widjanarko, Ketua Panitia Festival Animasi (FA) 2013.

Mahasiswa Pascasarjana Teknologi Game ITS itu menambahkan, kemampuan budaya itu harus dikembangkan dengan teknologi motion capture. “Teknologi game itu ada unsur art dan unsur multimedia,” tuturnya.

Ditambahkan,”Kalau kita cek wikipedia, maka kita akan tahu bahwa wayang adalah akar dari animasi, karena ada cerita, narasi, musik.”

Menurut Bambang Widjanarko, sumberdaya manusia Indonesia di bidang teknologi game sebetulnya tidak kalah dari bangsa lain. “Kekurangan kita adalah kurang percaya diri dan kurang bisa menghargai karya sendiri. Contohnya, banyak ’game’ atau ’kartun’ yang dibeli bangsa lain, lalu kita beli lagi, seperti Upin Ipin,” bebernya.

Padahal, katanya, potensi animasi ke depan cukup besar dan menantang untuk permainan, desain laman, industri, dunia pendidikan, film, dan sebagainya. “Kalau soal cerita, kita justru memiliki banyak,” pungkasnya.

author