banner 468x60

Pameran Foto Penakita di Grand City Mall Bikin Pehobi Foto Penasaran

iklan

Penakita | SURABAYA – Pameran foto terbaik karya peserta Lomba Foto Hari Anak Nasional 2013 mendapat perhatian besar pengunjung Grand City Mall. Mereka antusias mengamati 43 karya foto yang dipajang hingga Sabtu (31/8/2013) itu.

“Saya selalu berminat memotret anak-anak. Jadi pameran ini menarik perhatian saya. Sayang saya tidak sempat ikuti klinik fotografi pada hari Minggu kemarin,” kata Chamdani, salah seorang pengunjung Grand City Mall, Senin (26/8/2013).

Komentar senada dilontarkan sejumlah pengunjung mall ternama di Surabaya tersebut. “Memotret anak itu memang tidak gampang. Saya sudah sering mengalami itu. Jadi kalau ada yang bisa memotret anak dengan ekspresi pas, itu luar biasa menurut saya,” ujar Setyorini, salah seorang guru PAUD di Surabaya timur.

Sebanyak 43 karya foto yang dipamerkan ini disaring dari 1.048 karya peserta Lomba Foto Hari Anak Nasional yang diselenggarakan PENAKITA.com. Dari jumlah itu, tujuh diantaranya terpilih sebagai pemenang lomba.

Berdasar penilaian juri yang terdiri dari Totok Sumarno, Sueswit N April, dan Pramudito, ditetapkan pemenangnya adalah Fransiscus Simbolon dengan karya Generasi Peloncat sebagai Juara 1, disusul Anom Manik Agung (Bersama Keluarga) Juara 2, dan Nur Efendi (Air di Atas Perahu) Juara 3. Sedang Juara Harapan 1, 2, dan 3, masing-masing adalah I Komang Edi Tirtayasa (Pesawat Kertas), Hendra Kairupan (Loncat dan Bermain), dan Budi Sugiharto (Balapan Perahu Mini).

Selain itu juri juga menetapkan foto Perangi Sifat Individualis pada Anak karya Faradina menjadi Juara Favorit. “Karya Fransiscus Simbolon dipilih juri sebagai juara 1 karena secara tema jelas pas, media bermain bagi anak sekaligus kompetitif. Sedang secara fotografi cukup lengkap karena pengambilan angle, gesture obyek, dan eksposurenya tepat,” ujar Masich Prasetyo mengomentari kelebihan foto yang meraih predikat Juara 1 lomba tersebut.

Pria yang akrab disapa Mas Pras ini menambahkan,”Gestur obyek yg menghadap ke kamera membuat dia kuat. Eksposurenya tepat karena fotografer bisa menjaga langit sebagai background tetap tidak Over Exposure dan muka anak sebagai obyek tidak Under Exposure. Ini cukup sulit dilakukan dalam posisi seperti ini, fotografer harus menentukan putusan dalam tempo yang cepat.”

Lomba yang didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Grand City Mall, PT Dok & Perkapalan Surabaya (Persero), Esther House of Beauty, Kanani Skin Aesthetic Dhermatology Clinic, The Sun Hotel Sidoarjo, Ussy Shoes, Kangen Water, serta REFO Rumah Edukasi Fotografi ini diikuti sekitar 500 peserta dari seluruh penjuru Tanah Air. Dari lebih 1.000 karya yang masuk akhirnya panitia menetapkan 1.048 karya yang berhak dinilai juri. ari

author