banner 468x60

Pancasila Diajarkan di LP dan Rutan

433 views
iklan

JAKARTA – Aksi kekerasan dan radikalisme di negeri ini makin memprihatinkan. Karena itu Kementerian Agama (Kemenag) dan Permata Bangsa beruapa menangani budaya negatif itu dengan menjadikan Pancasila sebagai jalan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan dan radikalisme.

Dalam upaya itu pula, Pancasila kini diajarkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) di antaranya dilakukan di rumah tahanan (rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba. Langkah itu, kata Ketua Permata Bangsa Dody Susanto, dilakukan dalam rangka mengikis tindak kekerasan di Tanah Air.

“Permata Bangsa meluncurkan gerakan derajat Pancasila atau kepanjangannya deradikalisasi jalan atasi terorisme dengan Pancasila di Rutan dan Lapas Salemba,” katanya di Jakarta, Minggu (27/1/2013).

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Menteri (Wamen) Agama, Prof Dr Nasarudin Umar, Kepala Rutan Salemba Taufiqurahman, dan Kepala Lapas Salemba Yusparudin MM dan jajaran Rutan dan Lapas Salemba. Nasarudin dalam kesempatan ceramahnya menekankan pentingnya sabar dan rasa syukur kepada Tuhan sebagai manifestasi hamba yang beriman, taat pada agama, dan takut pada Tuhan.

“Ajaran Pancasila penting untuk dilaksanakan bukan semata-mata merupakan pelajaran,” ujarnya.

Pada kesempatan itu diresmikan sosialisasi Klinik Pancasila melalui gerakan doa iman taqwa atau gladi taqwa serta gladi rohani, yang dilakukan secara khidmad. Kegiatan itu diisi dengan diskusi interaktif antara Wamen Agama dan para warga binaan.  Saat menutup acara tersebut itu diadakan peluncuran gerakan Alpukat atau kepanjangannya Aksi Langsung Pribadi Utuh dengan Keimanan Agama Tuhan oleh Ketua Permata Bangsa, diikuti prosesi makan buah alpukat bersama ratusan warga binaan mengakhiri silaturahmi antar anak bangsa di rutan dan LP Salemba dan kegiatan itu bisa menghibur.

author