banner 468x60

Panitia Juga Coret Peserta yang Bertindak Curang

410 views
iklan

lomba ochi_5755Penakita | SURABAYA – Selain mencoret karya yang diketahui mendapat LIKE dengan cara tidak jujur, panitia Lomba Foto dalam rangka Hari Anak Nasional 2013 yang diselenggarakan PENAKITA.com juga menggugurkan keikutsertaan pemilik karya. Dengan demikian bila masih ada karya lain dari peserta yang bersangkutan juga turut dicoret.

“Meski karya yang lain itu proses LIKEnya dilakukan dengan benar, tetapi berasal dari karya orang yang diketahui bertindak tidak jujur tetap diperlakukan sama. Jadi kami harap peserta benar-benar mengikuti kompetisi ini dengan cara yang wajar,” kata Masich Prasetyo, Ketua Panitia Lomba Foto bertema Dunia Anak Dunia Bermain ini.

Karena itu, sebelum kecurangan itu diketahui panitia maupun dewan juri, lanjut Prasetyo, peserta diharap menarik sendiri karya tersebut. “Kami ingin proses lomba ini berlangsung fair. Jangan dikotori tindakan tidak terpuji,” cetus Prasetyo.

Sebagaimana diberitakan, lomba foto berhadiah total Rp 10 juta yang didukung PT Dok & Perkapalan Surabaya (Persero), Esther House of Beauty, Kanani Skin Aesthetic Dhermatology Clinic, The Sun Hotel Sidoarjo, serta REK Rumah Edukasi Fotografi ini mendapat respons luar biasa dari pehobi fotografi. Hingga Selasa (23/7/2013) tercatat 400 peserta dan jumlah karya sekitar 1.200 foto.

Panitia juga mencatat peserta berasal dari berbagai penjuru kota di Indonesia. Sayangnya, di balik respons positif itu, panitia menengarai adanya peserta tidak jujur dalam melakukan LIKE karya yang dishare di jejaring sosial Facebook (di Fanspage : www.facebook.com/penakitadotcom).

“Ada dugaan peserta melakukan tindak ilegal untuk memperbanyak LIKE di karya yang mereka kirim sehingga terlihat cukup banyak LIKE yang tidak wajar,” tandasnya.

Karena itu, panitia bakal melakukan verifikasi atas LIKE yang ada pada masing-masing karya peserta. “Kami minta peserta bersikap jujur. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Anak Nasional, tentu sportivitas jadi acuan utama,” tandas Prasetyo.  ari

author