Peduli Global Warming, China Kenakan Denda Pengguna Kantong Plastik

Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – China memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Tak heran bila Negeri Tirai Bambu ini turut menyumbang dampak pemanasan global bagi bumi.

Namun, pemerintah setempat mulai menyatakan perang terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. “Global warming adalah masalah masyarakat dunia secara bersama dan juga sangat signifikan dampaknya bagi bumi, kami tentu ingin melakukan sesuatu, untuk mencegah itu,” kata Wu Hui Xian, mahasiswa Tianjin Normal University, China saat mengunjungi Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, untuk mengikuti seminar globe digital soal pemanasan global beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Andrea ini menambahkan, Pemerintah China punya beberapa kebijakan untuk perang melawan pemanasan global. Salah satunya, lanjut Andrea, pemerintah China mulai menerapkan denda jika masyarakat berbelanja menggunakan kantong plastik.

Selain itu, menurut Andrea, banyak pula masyarakat yang mulai meninggalkan kendaraannya di rumah dan naik dengan transportasi massal. “Kami diminta membayar denda jika belanja pakai plastik. Saat ini juga mulai mengurangi kendaraan, untuk mengurangi gas emisi CO,” paparnya.

Diakui Andrea hampir mayoritas masyarakat mematuhi kebijakan tersebut. Namun, Andrea tak menepis masih ada kemacetan lalu lintas di beberapa kota besar seperti Beijing dan Shanghai.

“Di beberapa kota besar masih ditemui, kalau saya pribadi juga sudah melakukan yang terbaik untuk bumi salah satunya tidak mengendarai mobil ke kampus, dan tidak pernah belanja pakai kantong plastik,” ungkapnya. dde