Pelatihan Guru Jelang Penerapan Kurikulum 2013

JAKARTA  РKementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana melakukan  pelatihan guru jelang penerapan kurikulum 2013. Pelatihan akan dilakukan dalam waktu 52 jam pertemuan saja untuk setiap guru.

Singkatnya waktu pelaksanaan pelatihan ini dipertanyakan banyak pihak. Namun Ketua Tim Inti Pengembangan Kurikulum 2013, Hamid Hasan, menegaskan akan ada pelatihan lanjutan.

Hamid mengatakan bahwa pelatihan guru akan terus dilanjutkan tidak terbatas pada 52 jam pertemuan. Durasi tersebut hanya merupakan pelatihan awal untuk mengubah pola pikir dan mengembangkan kemampuan dasar guru.

“Ini bukan one stop training. Pelatihannya terus berkelanjutan dan akan ada pendampingan untuk guru,” kata Hamid saat Rapat Dengar Pendapat di Ruang Rapat Komisi X, DPR RI, Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu mengatakan, para guru harus siap dalam melaksanakan kurikulum baru ini. Untuk itu, pelatihan guru memang dirancang selama 52 jam pertemuan pada tahap awal yang menyasar kepada guru kelas I, IV, VII dan X. Namun saat pelaksanaannya, guru-guru ini tetap memperoleh pendampingan.

“Guru memang harus siap melaksanakan kurikulum. Tentu harus guru yang terlatih,” jelas Hamid.

Bahkan untuk pelatih intinya, akan ada pre-test dan post-test. Tes awal dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan guru, pengawas atau kepala sekolah yang hendak menjadi pelatih inti. Setelah menjalankan pelatihan, mereka akan melaksanakan post-test untuk mengevaluasi apakah pelatihan yang dilakukan berjalan optimal.

Hal senada pernah diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim. Bagi guru yang telah menjalani pelatihan dengan kuota yang ditentukan tapi masih belum memperoleh pemahaman yang optimal maka akan terus dibimbing hingga dapat mengimplementasikan kurikulum baru yang sesuai.

“Nanti juga ada pelatihan juga melalui internet atau dialog. Kami upayakan agar guru benar-benar tidak kesulitan mengimplementasikan kurikulum baru,” jelas Musliar. kps