banner 468x60

Pemahaman Internet di Ponpes Dikembangkan ke Pengenalan Teknologi Tepat Guna

iklan
Rektor UP Jatim menerima penghargaan dari Majelis  Muwashollah Baina Ulama

Rektor UP Jatim menerima penghargaan dari Majelis Muwashollah Baina Ulama

Penakita | SURABAYA – Meski sudah dinyatakan melek teknologi informasi (IT), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Jatim) tidak akan meninggalkan begitu saja pondok pesantren (ponpes) yang selama ini menjadi binaannya.

Prof Teguh Soedarto, Rektor UPN Jatim menegaskan, santri ponpes ini terus diberi pendampingan IT yang dilakukan pusat telematika UPN. ”Jadi ada pembelajaran jarak jauh. Di masa mendatang kami ingin menjadi klinik (center) pengembangan ponpes bidang IT,” ujar Teguh.

Ditambahkan pula, pengembangan IT ini juga diikuti program pengenalan teknologi tepat guna untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut Soedarto, kegiatan ini malah sudah dilakukan di salah satu ponpes Situbondo dengan memberikan pelatihan tentang pembuatan makanan berbasis jagung serta memberikan mesin pengolahan jagung.

”Melalui kegiatan ini ponpes diharapkan pula bisa berperan dalam peningkatan pendapatan masyarakat,” beber Teguh.

Lebih lanjut Teguh menyatakan, program pelatihan dan pendampingan IT di ponpes ini merupakan bagian dari upaya sivitas akademika tersebut dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat. ”Program ini memiliki tujuan agar para mahasiswa dan dosen punya kepekaan sosial,” urainya.

Dia melihat di pesantren perlu sentuhan IT yang lebih. Dari sini, mereka tak hanya bisa melihat dunia secara utuh tetapi juga untuk memajukan ponpes dan pengembangan itu juga bisa mudah dimonitor.
Program ini, selain dilakukan di sejumlah ponpes Jatim, juga digelar di Jateng dan rencananya merambah ke Jabar.

Terkait program tersebut UPN Jatim menerima penghargaan dari Majelis Muwashollah Baina Ulama. Penyerahan penghargaan diserahkan langsung oleh Pendiri Majelis Muwasholah, Al Habib Umar Bin Muhammad Bin Hafidz di Aula Bromo UPN Veteran, Senin (2/12/2013).

“Kami tidak menyangka bakal mendapat penghargaan ini. Karena dari awal semangat kami hanya pengabdian terhadap masayrakat. Ternyata apa yang kami lakukan diketahui oleh Majelis Muwasholah internasional dengan memberi penghargaan ini,” pungkasnya. ari

author