banner 468x60

Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Jangan Sampai Rusak Lingkungan Air

iklan

universitas Brawijaya_penakitaPenakita | MALANG – Ratusan mahasiswa D3 Pariwisata dan Sarjana Terapan Pariwisata Prgram Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menggelar aksi simpatik dalam rangka Hari Pariwisata Dunia, Jumat (27/9/2013) lalu. Dalam aksinya, para mahasiswa ini mengusung tema pentingnya penyelamatan air.

Para mahasiswa ini sepakat aktivitas pariwisata harus memegang prinsip menjaga lingkungan. “Pembangunan infrastruktur pariwisata tidak boleh merusak aliran atau sumber air di wilayah sekitar pembangunan itu,” tegas Rifki Isnain Rahman, mahasiswa D3 Pariwisata UB.

Rifki lalu memberi contoh, tempat rekreasi, jangan sampai limbahnya dibuang langsung ke sungai, atau pembangunan penginapan jangan memonopoli sumber air, apalagi menggunakan air tanah.

Pada aksi yang digelar sejak pagi hari pukul 08.00 WIB, ratusan mahasiswa Pariwisata Vokasi UB membagikan stiker terkait pentingnya menjaga aset budaya. Aksi dimulai dari Gedung Ikatan Alumni UB menuju Rektorat UB, dan berakhir di depan Gerbang UB Jalan Veteran.

Sementara Dosen Vokasi UB, Ahmad Faidol Rahman menambahkan pentingnya menjaga aset budaya sebagai potensi pariwisata Kota Malang. Kuliner-kuliner khas Malang, seperti bakso, cui mie, kripik tempe, dan lainnya, lanjut Ahmad, merupakan aset budaya yang memiliki nilai pariwisata tinggi.

“Kami ingin mengajak warga UB mencintai pariwisata, sekaligus mencintai aset budayanya. Selain menjaga budaya itu agar tidak hilang, aset budaya ini juga harus digarap agar mampu menjadi potensi pariwisata yang bisa dijual,” tandasnya. sum

author