banner 468x60

Pembuat LKS Agama di Mojokerto Terancam Pidana

372 views
iklan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr Harun MSi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr Harun MSi

Penakita | SURABAYA – Lembar Kerja Siswa (LKS) tak layak baca kembali beredar di Mojokerto. LKS agama untuk jenjang SMP ini dinilai menyesatkan, sebab tak sesuai hukum fiqih Agama Islam yang benar.

Di dalam bab 5, halaman 4 pada LKS tersebut dijelaskan beberapa hal yang dianggap menyalahi ajaran agama. Seperti salat Jumat yang dinyatakan sebagai salat sunnah yang hukumnya tidak wajib, dan beberapa penjelasan lainnya.

Hal ini tak pelak membuat Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Dr Harun MSi merasa geram. Ia meminta kepada kepala dindik setempat untuk segera menarik LKS tersebut.

“Jelas LKS itu harus ditarik. Kami juga meminta kepala dindik setempat untuk segera mencari pembuat dan penanggungjawab terbitnya LKS tersebut,” ungkap Harun kepada PENAKIT.com, Rabu, (6/3/2013).

Harun dengan tegas mengatakan, bahwa pembuat dan penanggungjawab LKS tersebut harus ditindak secara tegas. “Siapa saja yang bertanggungjawab dan terbukti bersalah ya bisa diberi sanksi pidana,” tandas Harun.

Tak hanya itu, Harun menghimbau kepada Kepala Dindik Mojokerto untuk lebih selektif dalam menerbitkan dan mengedarkan buku pelajaran kepada siswa. Sebab, ini merupakan kali keduanya LKS tak layak baca beredar di Mojokerto.

“Dulu LKS dengan gambar Miyabi, sekarang LKS agama menyesatkan, jangan sampailah kejadian untuk yang ketiga kalinya nanti terjadi lagi. Kepala Dindik dan Komite sekolah juga harus lebih selektif,” pungkas Harun. ika

author