banner 468x60

Pemeringkatan Bisa Jadi ‘Make Up’ Perguruan Tinggi

496 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI) sama-sama masuk daftar tiga besar kampus dari Indonesia yang terpopuler dalam pemeringkatan oleh 4 International Colleges & Universities (4ICU) dan Webometrics. Pemeringkatan ini didasarkan pada tingkat popularitas perguruan tinggi dunia di situs. Sayang, tak ada indikator langsung soal kualitas pendidikannya.

Dalam pemeringkatan yang dirilis bulan Februari lalu, seperti dikutip dari situsnya, Webometrics mengklaim telah melakukan pemeringkatan terhadap 21.000 universitas di dunia. Sementara itu, seperti dilansir dari situs resminya pekan lalu, 4ICU menyatakan melakukan pemeringkatan untuk 11.160 perguruan tinggi dari 200 negara di dunia. Keduanya melakukan pemeringkatan dua kali setahun, di awal dan pertengahan tahun.

Webometrics mendasarkan pemeringkatannya pada empat indikator, yaitu impact, presence, openness, dan excellence dari situs akademik tiap-tiap perguruan tinggi. Melalui indikator pertama, impact, dengan bobot 50 persen, Webometrics menghitung berapa banyak link eksternal yang diterima dari pihak ketiga. Banyak link akan membuat sebuah universitas diakui terkait gengsi institusional, performa akademik, nilai informasi, dan tingkat kegunaan dari pelayanan situs yang diberikan.

Tiga indikator terakhir berbobot 50 persen dengan alokasi setara. Indikator presence digunakan untuk menghitung jumlah halaman situs universitas yang diindeks oleh search engine, Google. Indikator openness menunjukkan volume gudang hasil penelitian yang dipublikasikan dalam format rich files, seperti pdf, doc, docx, dan ppt di situs, menurut search engine Google Scholar.

Sementara itu, indikator yang terakhir, excellence, digunakan untuk menghitung jumlah karya akademik yang berhasil dipublikasikan di jurnal internasional, seperti yang terdaftar di Scimago Lab. Indikator ini dinilai mampu menunjukkan kualitas penelitian dari perguruan tinggi tersebut.

Semua indikator diklaim bukan untuk mengevaluasi soal desain, kegunaan, atau jumlah klik di situs akademik mereka. Empat indikator tersebut dipakai Webometrics sebagai wakil untuk evaluasi mendalam terhadap performa universitas di mata masyarakat dengan mempertimbangkan kegiatan, hasil, relevansi, dan dampaknya.

Dalam situs resminya, Webometrics mencantumkan bahwa tujuan dari pemeringkatan ini adalah mempromosikan kehadiran situs akademik agar pengetahuan ilmiah dan budaya yang dihasilkan oleh perguruan tinggi bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat. Publikasi pemeringkatan ini dinilai efektif mendorong perguruan tinggi di seluruh dunia untuk melayani masyarakat dengan baik.

Sementara itu, 4ICU mendasarkan pemeringkatannya berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh lima situs pemeringkatan, yaitu Google Page Rank, Alexa Traffic Rank, Majestic Seo Referring Domains, Majestic Seo Citation Flow, dan Majestic Seo Trust Flow. Kelima situs ini pun melakukan pemeringkatan berdasarkan berbagai indikator teknis terhadap situs atau blog.

4ICU mendata perguruan-perguruan tinggi dengan situs yang populer. Artinya, perguruan tinggi dinilai populer karena situsnya terindeks di search engine dan mudah dicari.

Manfaatnya, selain menjunjung keterbukaan informasi pada masyarakat, pemeringkatan Webometrics dan 4ICU menunjukkan perguruan tinggi yang memang rajin memublikasikan karya ilmiah para dosen dan penelitinya. Pimpinan perguruan tinggi didorong untuk menerapkan manajeman situs yang profesional dengan memperhatikan mutu dan kuantitas publikasinya. Hal penting lainnya adalah para civitas akademika perguruan tinggi didorong untuk produktif dalam penelitian.

Kelemahannya, pemeringkatan ini rentan dijadikan sebagai “make-up” oleh sejumlah perguruan tinggi agar situs mereka dilihat terkesan berkualitas. Jika ingin curang, maka sejumlah langkah teknis bisa dilakukan untuk mendongkrak pemeringkatan perguruan tinggi.

Dalam kategori ini, peringkat tertentu yang dicapai sebuah perguruan tinggi memang tidak serta merta menjadi indikasi kualitas perguruan tinggi tersebut. Jadi jangan keburu terpesona peringkat! kps

author