banner 468x60

Pemerintah Siapkan 4 Opsi Pembiayaan Kurikulum 2013. Apa Saja Itu?

411 views
iklan

mendikbudPenakita | JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) kini sedang mempersiapkan skema pembiayaan implementasi Kurikulum 2013 yang dalam aplikasinya berbagi peran dengan pemerintah daerah. Pasalnya, mulai tahun ajaran 2014-2015 Kurikulum 2013 diterapkan secara bertahap dan tidak terbatas.

Pelaksanaan kurikulum ini berbeda dengan yang dilakukan pada tahap awal (tahun ajaran 2013-2014) yang bertahap dan terbatas. “Tahun depan kami usahakan bertahap saja, tidak terbatas,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Mohammad Nuh beberapa waktu lalu.

Menurut Mendikbud, ada empat opsi dalam skema pembiayaan implementasi Kurikulum 2013. Pertama, semua didanai DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Kemendikbud. Kedua, kombinasi antara pusat dengan transfer daerah.

“Dalam hal ini ada DAK (Dana Alokasi Khusus), sekitar 10 triliun bisa dimanfaatkan untuk implementasi kurikulum. Yang jelas di pidato presiden itu eksplisit tahun depan itu implementasi kurikulum,” papar mantan Rektor ITS ini.

Sedang opsi ketiga, adalah memanfaatkan kombinasi antara pusat, DAK, dan BOS. “Karena di BOS itu juga ada komponen buku,” ungkapnya.

Dan yang keempat adalah memanfaatkan APBD masing-masing. “Yang jelas pemerintah pusat tidak akan melepaskan. Pelatihan (guru) itu sudah pasti dari pemerintah pusat. Tapi yang kira-kira bisa dibagi dengan daerah dan BOS itu urusan buku,” cetus M Nuh sambil menambahkan, opsi skema pembiayaan implementasi Kurikulum 2013 sedang dimatangkan di Kemendikbud sebelum nantinya dibahas di DPR.

Sebagaimana diketahui, implementasi Kurikulum 2013 untuk tahun ini dilakukan secara bertahap dan terbatas. Bertahap karena hanya diperuntukkan bagi peserta didik kelas 1, 4, 7, dan 10. Terbatas karena tidak semua sekolah menerapkannya, yaitu sekitar 6.000 sekolah se-Indonesia. dde

author