banner 468x60

Tahun Depan, 30 Sekolah Dilengkapi Mini Theatre

492 views
iklan

kacung marijan_KemendikbudPenakita | JAKARTA – Sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap dunia perfilman, mulai tahun depan pemerintah akan merintis laboratorium seni budaya di sekolah-sekolah. Untuk tahap awal, laboratorium dalam bentuk mini theatre itu akan diwujudkan di lebih 30 sekolah rintisan.

Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof Kacung Maridjan, SDM perfilman bisa ditumbuhkan sejak anak-anak berada di bangku sekolah. Dengan adanya fasilitas yang didukung teknologi yang bagus, serta apresiasi yang baik mulai di tingkat sekolah, diharapkan industri film akan lebih maju di masa mendatang.

Dosen FISIP Universitas Airlangga Surabaya ini menambahkan, industri film di dunia tidak lepas dari karakter budaya masing-masing negara. Karena itu Kemendikbud mendukung film-film yang menunjukkan karakter Indonesia, salah satunya dengan memberikan apresiasi.

Ditambahkan Kacung, film merupakan bagian dari kebudayaan. Agar industri film dapat berkembang di suatu negara, salah satu syarat pendukungnya adalah banyak orang yang mencintai film dan mengapresiasi film. “Kemendikbud memiliki misi agar anak didik kita juga memiliki apresiasi kepada film,” tegas Kacung tentang AFI 2013 sebagaimana dikutip dari kemdikbud.go.id.

Dalam kaitan itu pula, untuk kedua kalinya Kemendikbud menyelenggarakan Apresiasi Film Indonesia (AFI). Kegiatan ini tidak hanya mengapresiasi film sebagai karya, namun juga memberikan penghargaan khusus kepada elemen-elemen yang sudah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia perfilman nasional.

AFI 2013 pun mengusung 18 kategori yang keseluruhannya bermuatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa. Ke-18 kategori itu dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kategori utama, kategori monumental, dan kategori khusus.

Kategori utama yaitu Apresiasi Film Bioskop, Apresiasi Film Independen (film panjang non bioskop), Apresiasi Film Dokumenter, Apresiasi Film Animasi, Apresiasi Film Pendek, Apresiasi Film Anak, dan Apresiasi Film Pilihan Pemirsa (melalui jejak pendapat). Kategori monumental terdiri dari Apresiasi Film Adi-Karya dan Apresiasi Film Adi-Insani.

Sedangkan kategori khusus yaitu Apresiasi Sutradara Perdana, Apresiasi Festival Film, Apresiasi Poster Film, Apresiasi Komunitas, Apresiasi Media Cetak, Apresiasi Media Non Cetak, Apresiasi Film Independen Kategori Pelajar, Apresiasi Film Independen Kategori Mahasiswa, dan Apresiasi Lembaga Pendidikan.

Penilaian terhadap film-film yang akan dinilai dalam AFI 2013 dilakukan oleh Dewan Juri yang diketuai Totot Indrarto. Selain itu, juga ada anggota dewan juri yang terdiri dari Matias Muchus, Jajang C Noer, Erwin Arnada, dan Nirwan Dewanto.

Ditekankan Kacung, Kemendikbud tidak akan melakukan intervensi terhadap proses penilaian yang dilakukan dewan juri karena itu merupakan hak prerogratif Dewan Juri. “Sepenuhnya saya serahkan ke dewan juri,” pungkasnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013, dapat dilihat di website www.afi2013.org, facebook AFI 2013, dan twitter @ApresiasiFilmID, atau dengan mengirim surat elektronik (email) ke alamat: sekretariat@afi2013.org. dde

author