Penakita Gelar Lomba Komentar Film Air Mata Terakhir Bunda

workshop film Air Mata Terakhir Bunda_PenakitaPenakita | SURABAYA – Dalam rangka mendukung film Air Mata Terakhir Bunda (AMTB), PENAKITA.com menggelar lomba bagi peserta Workshop Film AMTB yang digelar di Atrium City of Tomorrow (City) Surabaya, Kamis (3/10/2013). Peserta harus melakukan upload foto atau video rekaman kegiatan workshop itu ke Fanpage : penakitadotcom atau penakita.com.

“Peserta workshop sudah kami minta merekam seluruh rangkaian kegiatan, yang bisa dilakukan pakai kamera handphone atau SLR, serta kamera video. Setelah upload di status fanpage, peserta juga harus menuliskan komentarnya tentang kegiatan workshop maupun film yang sudah disaksikannya tersebut,” ujar Ari Prabowo, Ketua Panitia Workshop Film AMTB.

Ditambahkan Ari, komentar yang ditulis di status fanpage tidak perlu panjang-panjang. “Cukup 200 karakter. Yang penting berisi komentar terkait kegiatan workshop maupun film AMTB. Selanjutnya kami akan pilih tiga komentar terbaik sebagai pemenangnya,” imbuh Ari Prabowo.

Peserta diberi kesempatan melakukan upload hingga Kamis (10/10/2013). “Jangan lupa LIKE lebih dulu fanpage-nya. Komentar harus disertai foto atau rekaman video pendukung yang menarik. Nama pemenangnya akan kami umumkan pada Sabtu (12/10/2013),” tandas Ari.

Pemenang akan mendapat hadiah senilai masing-masing Rp 200.000 yang disediakan Taxi Bosowa selaku pendukung acara Workshop Film AMTB. “Upload bisa dilakukan maksimal Kamis (10/10/2013) pukul 23.59 WIB,” cetusnya.

Lomba upload komentar film AMTB ini bisa diikuti siswa SMK maupun peserta workshop lainnya, seperti kalangan pustakawan, komunitas film, serta dari Dewan Kesenian Sidoarjo. “Workshop Film AMTB diikuti sekitar 120 peserta. Apabila semua mereka melakukan upload di Facebook masing-masing tentu informasinya segera menyebar ke teman di daftar Facebook mereka. Ini wujud dukungan kita pada sebuah film yang berkualitas, film yang mendidik,” tegas Ir Masich Prasetyo, Pemimpin Redaksi PENAKITA.com.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Pras ini, film AMTB patut didukung seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Jawa Timur. “Lebih khusus lagi penduduk Sidoarjo, serta mereka yang tinggal di sekitar Sidoarjo seperti Surabaya dan kota-kota lain. Bukan semata karena film ini proses syutingnya dilakukan di daerah ini. Tapi, AMTB memang sarat pesan positif yang patut kita jadikan pelajaran bersama,” katanya. adi