banner 468x60

Pencairan BOPDA Akan Didasarkan pada Program Sekolah

170 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) tidak lagi didasarkan pada jumlah siswa. Namun, dana pendukung BOS yang menggratiskan SPP dan biaya sekolah di tingkat SD sampai SMA di Surabaya ini didasarkan pada program sekolah. Selama ini, Bopda didasarkan pada jumlah siswa. Baik sekolah negeri maupun swasta.

Sebelumnya, semakin banyak siswanya semakin besar nominal Bopda. Rata-rata, setiap sekolah menerima minimal Rp 100 juta. “Tahun depan sistem Bopda tak lagi berdasarkan jumlah siswa. Melainkan didasarkan pada program sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Ikhsan.

Bopda yang dicairkan setiap tri wulan tersebut nantinya berbasis program kerja. Program ini akan tampak melaui Rencana Kerja Anggaran (RKA) setiap sekolah. RKA ini sama dengan RAPBS (Rencana Anggaran Pendidikan Belanja Sekolah) yang menjadi acuan utama pencairan Bopda.

“Semakin realistis dan applicatable program kerja yang disampaikan di RAK, semakin besar uang terealisasi. Nanti kami membentuk tim verifikasi khusus pencairan dan pendanaan Bopda bagi setiap sekolah,” tegas Ikhsan.

Bopda berbasis jumlah siswa dinilai kurang efektif dan tidak mencerminkan produktivitas dan kreativitas sekolah. Sekolah nanti berlomba menyusun program yang terbaik. Selama ini besaran Bopda SD per anak Rp 29.000/bulan. SMP Rp 70.000 per anak per bulan, dan SMA Rp 152.000 per anak per bulan. Sebelumnya untuk RSBI lebih besar yakni Rp 242.000 per anak per bulan.

Karena berbasis program kerja, sekolah yang kreatif akan mendapatkan anggaran lebih banyak. Meski jumlah siswa tak banyak. “Tapi Bopda berbasis program ini hanya berlaku untuk sekolah negeri. Sekolah swasta dalam bentuk hibah,” pungkasnya.

author