banner 468x60

Penderita Buta Warna Cenderung Tertutup

420 views
iklan
Dyce dan aplikasi untuk penderita buta warna

Dyce dan aplikasi untuk penderita buta warna

Penakita | SURABAYA – Cara kerja aplikasi I See U, karya Euridyce, mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Terapan Surabaya (istts) ini sangat mudah. Para penderita buta warna parsial, cukup menginstal software I See U ini ke dalam laptop atau komputer mereka. Setelah itu, penderita atau pengguna dapat memasukkan file foto benda/gambar yang tak dapat dengan jelas mereka lihat ke dalam file komputer.

Lalu buka file foto melalui I See U, dan pilih jenis penyakit buta warna yang diidap, yakni protanopia atau deutranopia. Terakhir, untuk melihat hasil simulasi gambar, klik ‘Run’.

“Setelah itu, secara bertahap, akan ditampilkan gambar asli, gambar simulasi, proses perubahan warna, dan hasil dari simulasi proses. Dengan hitungan detik, mereka bisa langsung melihat perubahan warna dan bisa melihat kembali detail gambar tersebut,” tukas remaja kelahiran Tulung Agung, 1 Oktober 1990 ini, Minggu (10/3/2013).

Dyce mengatakan, membuat software I See U bukanlah tanpa kendala. Selama tidak kurang lima bulan, lulusan SMAK Kolose Santo Yusup Malang ini menghadapi beberapa kesulitan. Salah satunya adalah prosesing perubahan warna gambar yang lama, dan hasil yang kurang jelas.

“Saya juga sempat mengalami kesulitan saat mencari responden untuk mengujicobakan aplikasi ini. Sebab, keberhasilan aplikasi ini sangat ditentukan oleh responden, para penderita buta warna parsial. Kebanyakan di antara mereka bersikap tertutup, jadi saya kesusahan untuk mempromosikan penggunaan aplikasi ini,” ungkap Dyce.

Aplikasi I See U ini aku Dyce, masih banyak kelemahan. Sementara ini, para pengguna harus terlebih dulu mengabadikan benda atau gambar ke dalam file foto, lalu diproses melalui komputer. Ini dinilainya masih kurang praktis. Karena itu, ia berencana untuk mengembangkan software yang satu ini menjadi aplikasi android, agar semakin mudah diakses dan digunakan penderita buta warna parsial.

“Saya akan coba kembangkan software ini menjadi aplikasi android atau semacam navigasi real. Jadi penggunaannya bisa lebih praktis. Para penderita bisa langsung menggunakan aplikasi ini untuk melihat semua benda yang tak bisa dilihatnya, melalui android masing-masing,” tandas mahasiswa yang piawai membuat kerajinan tangan ini. ika

author