banner 468x60

Peneliti Indonesia Idealnya 200.000 Orang

389 views
iklan

Peneliti indonesiaPenakita | SURABAYA – Bidang penelitian di Indonesia tampaknya masih belum banyak diminati, khususnya dari kalangan akademisi. Terbukti dari jumlah penduduk negeri ini yang mencapai angka 250 juta, hanya ada sekitar 24.000 peneliti.

Angka itu termasuk 16.000 orang peneliti dari dunia perguruan tinggi yang masuk kategori peneliti aktif. Artinya hanya terdapat rasio satu peneliti per-10.000 orang penduduk Indonesia.

Fakta ini tentu jauh dari ideal. “Yang ideal itu peneliti di Indonesia 200.000 orang,” kata Prof Lukman Hakim, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Tampil dalam Seminar Nasional dan Temu Industri dalam rangka AMTeQ (Annual Meeting on Testing and Quality) 2013, di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) Universitas Airlangga (Unair), Lukman lalu  membandingkan dengan Belarusia, negara pecahan Uni Soviet. Di negara yang income per-kapitanya 1.750 dolar AS (masih separuhnya income perkapita penduduk Indonesia) dan jumlah penduduk tak lebih 10 juta itu justru memiliki 32.000 peneliti.

Ditegaskan Lukman, meski pertumbuhan ekonomi Belarusia hanya dua persen, tetapi sebagian besar produk industrinya laku saat diekspor ke Rusia dan ke negara-negara pecahan Soviet lainnya. Hal itu menunjukkan keilmuan di negara tersebut sangat kencang melalui laboratorium penelitian di antaranya mengerjakan roket-roket untuk Rusia.

“Penambahan jumlah peneliti di Indonesia sangat mungkin dilakukan. Apalagi, banyak perguruan tinggi yang memiliki sumber daya manusia yang tepat untuk kegiatan penelitian,” tandasnya.

Diakui Lukman, LIPI sudah berupaya meningkatkan jumlah peneliti baik di lembaga riset maupun di PT, sebab hanya dengan hasil penelitian inilah diyakini bangsa dan negara ini menjadi inovatif dan maju.

Selain itu, lanjutnya, dengan kemajuan-kemajuan, terutama di sektor industri, maka akan mengatasi ancaman dari luar terutama dalam AFTA 2015. Apalagi, Indonesia sudah dipandang oleh para pesaing sebagai pasar yang empuk.

Diakui Lukman, bukti ke arah kemajuan itu di Indonesia juga ada. Misalnya di antara 78 indutri yang melakukan riset di tempatnya, dan 12 industri di antaranya dipanggil untuk dipanelkan, hasilnya sungguh sangat spesifik dan sangat menarik.

“Ini menunjukkan bahwa kita punya SDM yang mampu bersaing, padahal itu belum di-support oleh penelitian dari lembaga riset dan universita,” ujarnya. ari

author