banner 468x60

Pengawas Dilarang Pakai Pantofel Biar Tidak Berisik!

353 views
iklan

sepatu pantovelPenakita | SURABAYA – Demi menjaga ketenangan dan kenyamanan kondisi pelaksanaan ujian nasional (UN), Walikota Surabaya, Tri Risma Harini mewajibkan kepada seluruh pengawas ruang ujian, untuk mengenakan pakaian batik. Tak hanya itu, mereka juga dilarang memakai sepatu pantofel.

Risma mengaku, pihaknya melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, telah memberikan pengarahan kepada seluruh pengawas. Mereka juga diberikan motivasi-motivasi tersendiri untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Biar nggak berisik, celetak celetok. Nanti kan bisa mengganggu siswa. HP pengawas juga harus di-silent. Biar anak-anak ini nggak tegang dan nggak terganggu konsentrasinya,” tutur Risma ketika sidak di SMAN 19 Surabaya, kepada PENAKITA.com, Senin (15/4/2013).

Sementara itu, Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Firmansyah, ketika ditemui dalam kesempatan yang sama mengatakan, bahwa pihaknya menerjunkan sedikitnya 300 orang personil untuk membantu mengamankan pelaksanaan UN.

“Setiap sekolah ada satu aparat kepolisian yang menjaga. Mereka memakai pakaian preman, agar tidak mengganggu konsentrasi siswa. Kami tidak masuk kelas, hanya berjaga di lingkungan sekolah,” tandas Firman.

Sementara mengenai siswa yang menjadi tahanan polres, Firman menuturkan telah menyiapkan ruangan khusus untuk siswa tersebut. “Kami sediakan ruangan khusus, agar siswa tenang mengerjakan ujian,” tukas Firman.ika

author